Ombudsman Temukan Upaya Pemalsuan Tanda Tangan di Rapat Komite Sekolah

  • Bagikan
ilustrasi sumber cio.economictimes.indiatimes.com

RADARLAMPUNG.CO.ID-Ombudsman Perwakilan Lampung menemukan adanya upaya pemalsuan tandatangan dan penambahan peserta dalam rapat komite salah satu sekolah tingkat SMA/SMK di Lampung. Hal ini diungkapkan Kepala Pemeriksaan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Dodik Hermanto.

“Pada saat pemeriksaan kami meminta bukti salinan salah satunya terkait daftar hadir orang tua/wali murid yang mengikuti rapat komite. Namun di akhir pemeriksaan kami menemukan kejanggalan pada daftar hadir orang tua/wali murid yaitu terdapat tulisan tangan yang sama maupun garis tanda tangan dibeberapa nama peserta,” ungkap Dodik, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (29/4).

Mengetahui hal ini, Ombudsman langsung melakukan konfirmasi kepada pihak terlapor atas temuan tersebut. Hal tersebut terkonfirmasi dilakukan oleh beberapa tenaga pendidik selama pemeriksaan.

Baca Juga:   Polda Lampung Bongkar Jaringan Narkoba Antar Provinsi, Satu Mahasiswa Diamankan

“Setelah kami panggil seluruh tenaga pendidik yang hadir, mereka mengaku melakukan hal tersebut selama pemeriksaan. Temuan ini menjadi catatan bagi kami karena terdapat perlakuan tidak kooperatif dengan berupaya merusak bukti melalui pemalsuan tanda tangan dan penambahan nama-nama tersebut. Pada saat itu kami masih melakukan edukasi kepada pihak-pihak tersebut karena mereka langsung mengaku dan menyatakan menyesal,” lanjut Dodik.

Hal ini ditemukan usai Dodik memeriksa laporan terkait sumbangan pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Lampung. Dodik menyatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena masih dalam proses pemeriksaan.

“Kami mengimbau hal ini untuk menjadi perhatian seluruh kepala sekolah maupun pihak dinas Pendidikan terkait. Jangan sampai hal seperti ini terulang kembali, karena kedepan kami tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika terdapat temuan serupa. Kami harap jika menjadi Terlapor di Ombudsman, pihak manapun dapat bersikap kooperatif dan menyampaikan keterangan maupun data yang sebenar-benarnya,” tegas Dodik. (rma/wdi)




  • Bagikan