OPD di Pesawaran Keroyokan Bentuk Kampung KB

  • Bagikan
MAISURI
MAISURI

radarlampung.co.id – Dari 148 desa di Pesawaran, sebanyak 22 desa sudah menjadi kampung Keluarga Berencana (KB). Tahun ini, ditargetkan sebanyak 11 desa.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pesawaran Maisuri mengatakan, pada 2016 dibentuk satu kampung KB. Kemudian 10 desa pada 2017 dan 11 desa tahun berikutnya.


”Ada indikator pembentukan kampung KB. Di antaranya angka kemiskinan masih tinggi, pencapaian KB masih rendah, angka kelahiran tinggi dan kriteria lainnya,” kata Maisuri kepada Radarlampung.co.id. Jumat (22/3).

Untuk menjadi kampung KB, tidak hanya Dinas PPKB saja yang bergerak. Tapi semua OPD seperti Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

”Semua OPD bersinergi keroyokan untuk membina desa tersebut. Baik dari sisi UMKM, kesehatan, infrastruktur dan bidang lainnya,” ucapnya.

Dilanjutkan, khusus di Dinas PPKB, pihaknya memberikan berbagai program ke desa yang akan dijadikan kampung KB. Di antaranya pemakaian alat kontrasepsi jangka panjang untuk mengatur masa kelahiran dengan target pasangan usia subur (PUS).

”Melalui e-mobile KB, kita juga berikan pelayanan KB gratis kepada masyarakat hingga wilayah kepulauan,” sebut dia.

Lebih lanjut Maisuri berharap peran serta setiap desa untuk menyukseskan program kampung KB. Salah satunya mengalokasikan anggaran dari dana desa (DD) untuk peningkatan pemberdayaan keluarga.

”Kalau dari APBD, kelompok UPPKS diberikan bantuan hibah sebesar Rp5 juta per desa. Tujuannya, ibu rumah tangga dapat membantu menambah penghasilan keluarga melalui UPPKS tersebut, sehingga perekonomian berputar dan baik,” tegasnya. (ozi/ais)

 




  • Bagikan