Orang Tua dr.Restu Pamanggih Sempat Shock dengar Kabar Anaknya

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Tak terbayangkan bagi Suwardi (60) pada Senin (13/9) lalu usai mengetahui kondisi Puskesmas Kiwirok dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB). Saat itu, yang terfikir olehnya hanya ingin mengetahui kondisi dr. Restu Pamanggih, anak keduanya dari tiga bersaudara.

Informasi mengenai pembakaran yang terjadi di Puskesmas Kiwirok itu ia dapati melalui kanal YouTube. Suwardi lantas menanyakan kondisi sang anak melalui pesan WhatsApp saat itu juga. Namun, pesan singkat tersebut tak kunjung terkirim.


Pesan hanya menggantung. Namun, kegundahan sempat mereda usai ada pemberitaan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian Penyerangan tersebut.

Namun, keesokan harinya. Dirinya justru mendapat informasi bahwa ada nakes (tenaga kesehatan) yang belum ditemukan. Kegelisahan itu berlanjut.

Hingga akhirnya, Ia dihubungi salah satu komandan di Jayapura guna mengabari kondisi kesehatan sang anak.

Baca Juga:   Warga Pesawaran Ditemukan Tewas Tergantung, Keluarga Tolak Otopsi

“Jadi ada komandan disana yang mengabarkan kalau anak saya dalam kondisi sehat, meskipun tangannya patah. Tapi komandan satgas di video call kalau restu kondisinya seperti ini, saya nggak sempet ngobrol banyak hanya tanya kabar kalau baik,” ungkap Suwardi, Sabtu (18/9).

Upayanya mengetahui perkembangan kondisi sang anak pun mulai ia cari dari satu pemberitaan ke pemberitaan lainnya. Termasuk ke salah satu rekan dr. Restu yang juga berada di Papua.

Hingga kemarin, Jumat (17/9) dirinya berhasil menghubungi sang anak. Hal itu pasca dokter Restu dipindahkan dari Kiwirok ke Jayapura.

Belum lagi, dirinya cukup sulit menghubungi dokter Restu, karena seluruh barang milik sang anak terbakar. Termasuk telpon seluler milik dokter Restu pun hilang.

“Saya dapat informasi dari nakes rekan kerjanya Restu. Kronologinya juga. Karena sebelumnya saya hanya dapat informasi bahwa Restu itu sehat saja. Saya juga tahu dari rekannya bahwa tangannya Restu itu patah karena dipukul pakai besi,” tambahnya.

Baca Juga:   Adik Mantan Bupati Lampura Ajukan JC ke KPK

Restu yang juga alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) itu pun kini masih mendapatkan perawatan intensif. Rencananya, Restu akan kembali ke Klaten, Jawa Tengah di mana kedua orang tuanya tinggal saat ini.

Diakui Suwardi, Restu memang sejak masih kuliah kerap mengikuti kegiatan di Papua. Misalnya saja saat masih kuliah di FK Unila dokter Restu mengikuti ekspedisi Nusantara Jaya di Papua. Kemudian saat lulus, Restu mengambil internship di Timika Papua.

“Namun sempat selesai, Restu pulang ke Jakarta. Sempat kerja juga di Jakarta. Kemudian ikut lagi sekarang PTT (pegawai tidak tetap) di Papua sekarang ini,” lanjutnya. (rma/yud)




  • Bagikan