Otak Jaringan dari Dalam Lapas Diupah Rp50 Juta

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Ahmad Afan, narapidana Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Bandarlampung (Rajabasa) yang diduga mengendalikan jaringan peredaran narkoba jenis sabu dari dalam Lapas mengaku mendapat upah puluhan juta sekali pengiriman.

“Saya dapat keuntungan Rp50 juta kalau semua barang (sabu) itu sampai disini,” ujarnya, di kantor BNNP Lampung, Kamis (26/7).

Afan pun mengaku, jika sabu seberat 6 kilogram tersebut yang diamankan oleh BNNP Lampung, didapatnya dari rekan yang berada di Aceh dan baru satu kali melakukan pengiriman.

“Saya disuruh sama Raden yang ada di Aceh z saya di telepon sama Raden itu untuk kirim sabu ke Lampung, baru ini saya kirim sabu kesini,” ungkap warga Aceh.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

Sementara itu, Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga mengatakan, otak jaringan peredaran sabu dikendalikan dari dalam Lapas dan sudah ada dua kali pengiriman.

“Ini sudah dua kali pengiriman yang dilakukan para tersangka dengan modus yang sama yaitu dengan cara disembunyikan didalam ban serep. Ini merupakan pengiriman yang kedua kali, yang satu sudah lolos,” tandasnya. (ndi/gus)




  • Bagikan