Pak Polisi, Dewan Minta Ada Pemberlakuan Khusus Tahanan Berhijab

  • Bagikan
FOTO ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandarlampung berharap ada sedikit perbedaan pemberlakukan bagi tahanan berhijab. Hal itu terungkap dalam rapat pembahasan Raperda Perlindungan Perempuan, Senin (14/1).

Anggota DPRD Kota Bandarlampung Yuhadi menuturkan, dirinya sempat berkunjung ke Polresta Bandarlampung untuk menjenguk tahanan. Kala itu, ia melihat ada seorang tahanan wanita berhijab namun menengakan celana pendek seperti boxser.


“Jangan samakan wanita berhijab dengan yang tidak berhijab. Seperti pernah saya lihat di Unit PPA Polresta Bandarlampung, saya menemukan tahanan mengenakan hijab tapi mengenakan celana pendek,” sesalnya.

Diketahui olehnya, larangan tahanan untuk tak mengenakan celana panjang lantaran dikwatirkan akan dijadikan alat untuk gantung diri. Namun, kata Yuhadi, dengan penjagaan yang ada saat ini tentunya sulit bagi tahanan untuk bunuh diri.

Baca Juga:   Bunda Eva Ajak Masyarakat Bandarlampung Sukseskan Muktamar NU

“Ya kan saya lihat di ruang tahanan itu ada dua brimob yang menjaga tahanan, ditambah CCTV yang memantau setiap penjuru yang dipantau petugas piket. Sehingga apabila terjadi sesuatu dapat segera terpantau,” ujarnya.

Alhasil, ia meminta adanya perlakuan khusus. “Ya jadi untuk yang berhijab dapat diminta untuk mengenakan celana panjang agar sesuai dengan ajaran agama Islam dan dimasukan di Raperda Perlindungan Perempuan ini,” ucapnya. (pip/sur)




  • Bagikan