Pakan Ikan Meroket, Petani Galau


RADARLAMPUNG.CO.ID – Sejumlah petani pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mengeluhkan adanya kenaikan sejumlah pakan ikan air tawar di kios-kios penjualan yang biasa mereka beli.

Kenaikan pakan tersebut, diketahui meroket dengen rata-rata kenaikan mulai dari Rp10.000 hingga mencapai Rp20.000 per satuan saknya atau berukuran tiga puluh kilogram.





Hasan (32) salah seorang pembudidaya ikan air tawar mengatakan, kenaikan harga pakan, membuat para petani menjadi galau. Sebab, kenaikan harga pakan di pasaran dirasanya sangat mencekik para petani terlebih pembesaran ikan air tawar.

Ia mengaku, terpaksa mengurangi pemberian pakan untuk meminimalisir kerugian paska panen nantinya.

“Sudah hampir dua bulan terakhir, Harga pakan ini meroket. Kita sebagai pembeli tidak bisa berbuat banyak, ini dikarenakan kenaikannya memang dari perusahaan pembuat pakan itu sendiri,” ujarnya, Kamis (22/4).

Senada dikatakan Agus Samsudin (45) petani lainnya, sekaligus warga Desa Sekipi Kecamatan Abung Tinggi. Menurutnya, kenaikan harga pakan ini menyebabkan produksi ikan jenis Nila merosot hingga lebih satu kwintal per kolamnya.

“Kita memiliki kolam ikan dengan ukuran 10 X 20 meter. Biasanya Ketika panen ikan nila sebanyak lebih dari tujuh kwintal. Paska kenaikan harga pakan, turun berkisaran lima hingga enam kwintal saja,” bebernya.

Ini dikarenakan, mengurangi jumlah pemberian pakan terhadap ikan nila saat pembesaran di kolamnya.

“Kami berharap kepada pemerintah agar memberi perhatian khusus kepada kenaikan harga pakan ikan ini. warga berada di Kecamatan Abung Tinggi bergantung terhadap harga ikan. Sebab warga mayoritas pembudidaya ikan jenis nila dan patin,” harapnya.

Terpisah, Sanusi (38) pemilik kios pakan ikan berada di Kapten Mustofa Kelurahan Tanjung Senang Kecamatan Kotabumi Selatan mengaku Kenaikan harga pakan ini telah berlangsung dua kali.

Dikatakannya, kenaikan pakan mulai tanggal 28 maret 2022 hingga saat ini masih bertahan dan tidak ada tanda-tanda akan normal Kembali.

Dia menjelaskan, Pakan jenis 781-1 sebelum naik berkisar Rp 230 ribu per saknya berukuran 30 kg. Saat ini naik hingga Rp 260 ribu /saknya, kemudian pakan 781-2 sebelumnya Rp338 ribu /saknya kini naik Rp358 ribu /sak.

Untuk pakan jenis 781 harga normal hanya 330 /sak saat ini berkisar 350 /saknya, selanjutnya 782 hanya 313/ saknya, kini naik hingga 385 /saknya.

“Nah, untuk pakan jenis BMS sebelumnya hanya Rp270 ribu / saknya, kini naik Rp 285 /saknya. Sama dengan BR-11 sebelumnya hanya Rp 330 kini naik hingga Rp 370 /saknya. Intinya, kenaikan pakan kisaran dari Rp 10 ribu- hingga Rp20 ribu per saknya Mas,” beber pria berperawakan kurus ini.

Ia mengaku, kenaikan harga pakan bukan ulah dari pemain kios penyedia pakan ikan. Namun terlebih, kenaikannya dikarenakan dari perusahaan pembuat pakan itu sendiri, menaikan sepihak harganya.

“Bukan kita mas (kios, Red). Tapi dari PT nya yang naikin harga. kita ngambilnya sudah tinggi, terpaksa kita juga mencecarnya dengan harga tinggi. Kalau mau disorot ialah PT mas. Dari pusatnya, memang udah naik. Naiknya juga tidak kira-kira mas. Kalau seperti ini terus, kami terancam gulung tikar, dikarenakan pembeli beralih dengan pakan organic yang dibuat sendiri,” tutupnya (ozy/yud)