Panitia Diksar Tepis Kabar Ada Peserta Belum Kembali

  • Bagikan
Kondisi salah satu mahasiswa yang dirawat di RS Bhayangkara, Bandarlampung, Selasa (1/10). Foto Melida Rohlita/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Pihak panitia Diksar 2019 angkat bicara terkait informasi yang diterima keluarga Frans Salsa Romando peserta diksar Cakrawala Unila yang menyebutkan ada peserta belum kembali.

Ferdiansyah, Alumni Sosiologi 2001 yang juga alumnus Cakrawala Unila mewakili panitia memastikan kabar tersebut tidak benar. “Itu semua hoax alias tidak benar adanya, entah dari mana bisa ada kabar seperti itu,” katanya, via telepon, Selasa(1/10).

Menurutnya, hingga kini pihak panitia atau pengurus telah berkoordinasi dengan pihak dekanat untuk menyerahkan masalah itu sepenuhnya.”Ya pihak dekanat pun kini fokus menyelesaikan persoalan yang sudah ada,” katanya.

Diketahui, dua mahasiswa peserta diksar UKM Cakrawala Unila masih dirawat di RS Bhayangkara dan RS Bintang Amin. Keduanya yakni Muhammad Aldi Darmanto (18) dan Frans Salsa Romando. Sementara satu orang mahasiswa atas nama Aga Trias Tahta meninggal dunia saat menjalani diksar.

Baca Juga:   Terkonfirmasi Covid-19 Waykanan Tembus 143 Kasus

Sebelumnya, panitia juga menyatakan telah menjalankan Pendidikan Dasar (Diksar) di Desa Cikoak Kabupaten Pesawaran sesuai dengan standar operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Termasuk penanganan medis saat ada peserta yang sakit.

Menurut Ferdiansyah, diksar Cakrawala merupakan agenda rutin tahunan dan sistem pendidikannya juga sudah standar sesuai dengan SOP.

Karena itu, sambungnya, terkait peserta Diksar Aga Trias Tahta yang sempat terjatuh dua kali pada Kamis (26/9) dan Minggu (30/9) diduga kuat karena faktor kelelahan.

“Saat jatuh yang pertama sudah ada upaya penanganan medis dari panitia. Kemudian, saat persiapan pelantikan padaMiinggu pagi, korban jatuh lagi dan oleh panitia dievakuasi ke pemukiman warga. Setelah itu dibawa ke rumah sakit,” terang Ferdiansyah, Senin (30/9).

Sementara, salah satu panitia Diksar UKM Cakrawala Syntia Claudia mengatakan, target dari diksar tersebut agar para peserta mempunyai mental dan fisik yang kuat.

“Uji fisik seperti push up, sit up, ya standarlah. Jadi menguji mental dan fisik, misalkan mau ke gunung kita sudah siap,” tambahnya.

Jumiati (43) ibu Frans Salsa Romando menerangkan, dokter menyarankan Frans untuk beristirahat dan tidak menerima tamu demi kesehatannya.

Baca Juga:   Polda Lampung : 848 Unit Kendaraan Diminta Putar Balik

“Jadi tadi malam itu polisi sudah datang, dan hari ini (Selasa 1/10) baru mau visum. Jadi nggak boleh ditemui dulu katanya. Supaya bisa istirahat. Nah orang dekanat tadi saya nggak tau ngomong apa bapaknya soalnya saya lagi di luar,”ungkapnya.

Dirinya menuturkan, sempat mendengar dari penjenguk Frans bahwa masih ada rekan Frans yang belum pulang. “Menegaskan saja, saya dapat omongan itu dari orang yang jenguk ramean dari kampus Frans juga. katanya ya dari satu kampus juga, bu ada teman yang lain juga belum pulang sampai sekarang, saya bilang kenapa nggak dilaporin. Katanya takut, gitu,” tegasnya.

Pihak dekanat Unila sendiri telah mengeluarkan pernyataan terkait kematian Aga Trias Tahta, salah satu peserta diksar. Melalui pernyataan tertulis yang ditanda tangani Dekan Fisip Unila Dr. Syarif Makhya, Senin (1/10), ada enam poin yang disampaikan pihak dekanat. Diantaranya, pihak dekanat menyatakan berduka cita atas peristiwa yang menimpa Aga. Pihak dekanat juga menyatakan bertanggungjawab dan meminta maaf kepada orang tua dan pihak keluarga. (mel/wdi)



  • Bagikan