Pariwisata di Lampura Berpotensi Penambahan PAD

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Potensi pariwisata di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), cukup menjanjikan. Padahal jika di fungsikan secara maksimal, tentunya akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) yang saat ini masih minim.

Oleh karenanya perlu upaya dan dorongan dalam memberi andil sebagaimana dianjurkan pemerintah pusat.


Terlebih saat ini, pariwisata menjadi ikon program pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi pariwisata.

Seperti potensi perikanan air tawar diwilayah Abung Tengah, Tanjung Raja, Abung Tinggi dan Bukit Kemuning. Seperti wacanankan dikepemimpinan sebelumnya, yakni ‘Konsep Pariwisata Teringrasi Kabupaten’.

Dimana tempat-tempat produksi dijadikan destinasi wisata, sementara disekitarnya didukung industri kreatif seperti kerajinan dan lain sebagainya.

“Itu yang sangat disayangkan, kalau dahulu konsepnya sudah bagus membangun industri kreatif dengan pariwisata disekitarnya. Tapi saat ini dilapangan telah menggeliat, namun minim dukungan pemerintah. Seolah berjalan sendiri, “ujar Andi Wibawa (48), salah seorang warga Abung Tinggi, Senin (13/9).

Meski sebelumnya, para OPD terkait, macam Diskop dan UMKM, Perizinan Satu Pintu (DPMPTSP) dan PUPR turun langsung meninjau potensi dilapangan.

Namun, belakangan seperti tak ada gaungnya, mulai dari pembangunan insfrastruktur tak menunjang tempat produksi. Sampai kepada daya dukung kepada pelaku usaha perikanan sampai saat ini belum tersentuh.

Meski begitu, pelaku usaha ikan air tawar berjalan sendiri dan saat ini berjalan dan mulai berkembang.

“Kami mengharapkan dukungan pemerintah Kabupaten, Provinsi hingga pusat,” pintanya.

Harapan yang sama dilontarkan Agus (41) salah satu pembudidaya ikan air tawar Abung Tinggi. Menurutnya, pemerintah harus mendukung para petani, khususnya perikanan air tawar.

Baca Juga:   Tega ! Bayi Malang Ini Dibuang ke Sumur Tua

Sebab, kata dia, selama ini berjalan sendiri. Mulai dari pengembangan unit produksi sampai kepada masalah pemasaran, dan pihaknya sebagai pelaku meminta pemerintah dapat membimbing, sekaligus memberikan solusi terhadap perkembangan usaha.

Seperti soal keterbatasan pakan ikan, penyuluhan, insfrastruktur, hingga alat berat seperti eksavator.

“Semoga pemerintah tidak tutup mata. Sektor perikanan air tawar di Lampura ini sangat besar, dan kebutuhan di pasar juga amat tinggi. Jadi pemerintah harus mendukung pelaku usaha,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Lampura, Imam Hanafi, menambahkan bahwasanya itu telah menjadi planningnya saat ini.

Menurutnya, kedepan mendorong peningkatan ekonomi dan potensi pendapatan asli daerah. Khususnya dibidang pariwisata, sebab, menilik informasi telah mengalami perkembangan cukup baik.

“Itu yang sedang kita dorong, sebenarnya untuk pengembangan sektor pariwisata itu tidak perlu Perda RT/RW, tapi cukup Rig yang dapat dimanfaat untuk pengembangan potensi desa menuju desa wisata. Dan saat ini, baru ditahap wisata desa, belum kepada peningkatan pendapatan asli daerah, “tambahnya, menanggapi geliat ekonomi pariwisata berbasis kolam air tawar.

Untuk itu, pihaknya siap bergandengan tangan, khususnya dinas/instansi terkait seperti PUPR, Bappeda, Perikanan dan DLH untuk bersama-sama melihat langsung potensi dilapangan agar dapat menjadi pendorong PAD. Untuk rencananya itu akan dilaksanakan pada, Jumat, (17/9) Mendatang.

“Insyallah Jumat kita akan turun melihat potensi kolam air tawar disajikan dengan pariwisata disekitarnya, “Imbuhnya.

Kepala Dinas Perikanan Lampura, Sanni Lumy juga berpendapat, pelaku usaha ikan air tawar di sejumlah Kecamatan saat ini mulai bergeliat. Pelaku usaha ikan air tawar seperti di Kecamatan Abung Tinggi, Bukitkemuning, Abung Barat, Abung Tengah, Bungamayang, Abung Surakarta dan Abung Timur.

Baca Juga:   Dispar Pesawaran Dorong Pelaku Usaha Terapkan CHSE

“Selain Abung Tinggi dan Bukitkemuning. Saat ini, terdapat juga di Kecamatan Bungamayang, Abung Timur dan Surakarta. Keseluruhannya pembibitan hingga pembesaran ikan lele, patin, nila dan gurame,” bebernya.

Ia juga menghimbau agar pelaku usaha dapat bersabar. Sanny sapaan akrabnya juga meyakinkan kepada petani kerambah dapat mendukung program pemerintah yang saat ini tengah di genjot.

Sebelumnya, Pemerintah Lampura akan mengakomodir aspirasi masyarakat terkait program pemberdayaan masyarakat terbilang minim dalam mendorong ekonomi.

Seperti geliat ekonomi kreatif budi daya air tawar yang digiatkan warga disana, namun, dilapangan terkendala oleh insfrastrutur dan sarana-prasarana pendukung.

Pasalnya, petani kolam disana harus menghela napas panjang, dengan keterbatasannya hingga menghambat proses produksi. Mulai dari peralatan penunjang semisal pengukur PH (derajat keasaman), pengadaan oksigen, sampai dengan peralatan berat macam heksavator. Mereka berharap ada perhatian pemerintah, sebab, sektor prikanan disana telah berkembang kepada lainnya, macam mina padi, yang menjadi destinasi wisata disana.

Seperti berada di Desa Muara Dua, Kecamatan Abung Tinggi kabupaten tertua di Lampung itu. Saat mendatangi tempat produksi sekaligus wahana destinasi masyarakat disana, banyak dikunjungi warga. Apalagi saat liburan dan akhir pekan, karena tak jauh dari Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalintengsum) Desa Ulakrengas kecamatan setempat. (ozy/yud)




  • Bagikan