Parosil Mabsus Resmikan Pencanangan Lambar Menjadi Kabupaten Literasi Untuk Kesejahteraan Rakyat

  • Bagikan

Bupati Lambar Parosil Mabsus mengatakan, sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memajukan masyarakat dunia.

“Keberliterasian dalam konteks ini bukan hanya masalah bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia,” ujarnya.


Selanjutnya, kata dia, pintu masuk untuk mengembangkan budaya literasi bangsa adalah melalui penyediaan bahan bacaan dan peningkatan minat baca anak sebagai bagian penting dari penumbuhan budi pekerti, minat baca anak perlu dipupuk sejak usia dini mulai dari lingkungan keluarga.

Baca Juga:   Ketua DPD IWAPI Lampung Berikan Materi E-Market Bagi UMKM di Webinar Nasional KOMINFO

Minat baca yang tinggi, didukung dengan ketersediaan bahan bacaan yang bermutu dan terjangkau, akan mendorong pembiasaan membaca dan menulis baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan kemampuan membaca ini pula literasi dasar berikutnya (numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan) dapat ditumbuh kembangkan.

“Untuk membangun budaya literasi pada seluruh ranah pendidikan (keluarga, sekolah, dan masyarakat), sejak tahun 2016 kementerian pendidikan dan kebudayaan menggiatkan gerakan literasi daerah (GLD) Sebagai bagian dari implementasi peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti.




  • Bagikan