Pasar Hobi Akan Di-launching November

  • Bagikan
Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung Wilson Faisol. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Kepala Dinas Perdagangan Bandarlampung Wilson Faisol. Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Perdagangan (Disdag) setempat tengah mempersiapkan peresmian dua pasar. Keduanya, yaitu Pasar Smep di Tanjungkarang Pusat (TkP) dan Pasar Hobi di Kemiling.

Terkait Pasar Hobi direncanakan akan diresmikan pada November mendatang. Saat ini, persiapan menuju peresmian telah dilakukan.


Kepala Disdag Bandarlampung Wilson Faisol menuturkan, paguyuban pasar hobi tengah mempromosikan persiapan pasar hobi. Setidaknya, ada 60 pedagang yang terhimpun di dalam paguyuban yang siap menawarkan macam-macam jualan, seperti bonsai, raptil, ikan, dan sebagainya.

“Persiapan, listrik sudah masuk, air tinggal jaringan saja. Tempat sudah dibersihkan dan dicet, serta diperbaiki yang pecah-pecah,” ucap Wilson saat ditemui di sela-sela peresmian Taman Ir. Soekarno, Kamis (28/10).

Baca Juga:   Nilai Transaksi Taman UMKM Ir. Soekarno Sehari Tembus Rp200 Juta

Menurutnya, pedagang akan berdagang di seluruh hamparan yang ada di dalam Pasar Terminal itu. “Kalau kios ada pemiliknya. Tapi kita pendekatan, kalau bisa dipinjam kita pinjam dulu. Jadi seluruh hamparan kita pakai nanti,” tuturnya.

Sebagai ajang promosi dan menarik pengunjung datang, kata Wilson, paguyuban akan membuat event seperti perlombaan atau kontes dalam waktu dekat. “Apa yang akan dijadikan event, lagi kita rumuskan bersama,” ucapnya.

Disinggung apakah Pasar Hobi itu akan mengakomodir pedagang-pedagang hobi seperti pedagang ikan hias, burung, dan sebagainya, Wilson mengatakan untuk sementara hanya diperuntukan bagi yang telah terhimpun di dalam paguyuban ini.

Di mana, dalam pelaksanaannya nanti ada beberapa komitmen yang harus dilakukan pedagang. Seperti sefety hewan yang dijual belikan bahwa bukan merupakan hewan yang dilindungi. Dikhawatirkan, jika dicampur dengan yang baru akan terjadi ketidak samaan.

Baca Juga:   PPKM Level 3 Dibatalkan, Kota Bandarlampung Tetap Diperketat

“Sementara ini yang sudah terhimpun dulu. Tentu masing-masing paguyuban ada kreterianya, termasuk masalah sefety dengan binatang yang diperjualbelikan tidak menjual belikan binatang yang dilindungi. Takutnya kalau langsung dicampur tidak mengindahkan safety itu,” ucapnya. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan