Pasca SE Gubernur, UIN Rencanakan Tarik Mahasiswa PKL

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Inten Lampung (RIL) berencana menarik sekitar 847 mahasiswa yang kini tengah mengikuti kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Penarikan tersebut, setelah adanya surat dari Gubernur Lampung selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi.


Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN RIL, Alamsyah mengaku akan menarik seluruh mahasiswa yang tengah melakukan PKL.

“Kami koordinasikan segera, kalau memang nanti akan ditarik, akan ditarik sementara sampai ditemukan pola paling tepat atau model pelaksanaan nya seperti apa,”ungkap Alamsyah, Sabtu (23/1).

Menurutnya, penarikan tersebut, karena kegiatan PKL dikhawatirkan terjadi kerumunan. Karena itulah, pihaknya berencana mencarikan bentuk pola terbaru agar pelaksanaan PKL bisa berjalan namun tetap menjaga keamanan dan keselamatan ditengah pandemi Covid-19.

Baca Juga:   Peringati HUT Ke-76 PMI, Riana Sari Arinal Resmikan Gerai Donor Darah

“Maka kami akan berkoordinasi segera, intinya akan ditarik dan dicari pola bentuk PKL nya. Kalau luring (luar jaringan) seperti apa misal satu orang dua orang, jadi tidak boleh ramai-ramai. Kan sebelum nya berkelompok. Ini paling lambat Senin lah ya,” ujarnya.

Alamsyah menilai, langkah yang diambil Gubernur dengan mengeluarkan surat edaran, sangat bagus. Mengingat beberapa daerah saat ini berstatus zona merah Covid-19.

“Artinya (zona merah) kan pandemi meningkat, maka kita harus mendukung kesehatan dan keselamatan nomor satu. Kita juga mendukung program pemerintah apalagi Pemdanya bagus, dan program penanganan Covid-19 nya juga. Makanya kami akan segera berkoordinasi, sekarang belum ditarik ya tapi akan ditarik. Dan Kami akan carikan pola lain agar mahasiswa tetap ada praktikum, magang PKL nya termasuk nantinya ada KKN, artinya tetap sesuai standar pelaksanaan karena itu penting namun jangan sampai menimbulkan kluster baru yang berbahaya. Sementara vaksin belum merata, sekarang lagi tren kasus sedang naik,” tandasnya. (rma/yud)




  • Bagikan