Pasca-silatnas, PGSI Telurkan Empat Tuntutan 

  • Bagikan
Ketua PGSI Lampung Asep Sudarsono (kanan) dan Dewan Pembina PGSI Lampung Suprihatin. FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pasca silaturahmi nasional (Silatnas) Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) bersama Presiden RI di Istana Negara, Jumat (11/1), PGSI merumuskan beberapa poin tuntutan sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) PGSI.

Hal tersebut diungkapkan, Asep Sudarsono selaku Ketua PGSI Lampung kepada Radar Lampung, Minggu (20/1). Pertama, PGSI menuntut kementerian terkait agar kuota sertifikasi diperluas sehingga guru-guru swasta tersertifikasi semuanya, dan langsung diikutkan dalam proses inpassing.

Kenaikan pangkat inpassing, tuntut mereka, mesti segera dibuka agar guru-guru yang sudah lama mengalami penyesuaian kenaikan pangkat sesuai masa kerjanya. Serta, segera dilakukan pembayaran tunggakan tunjangan profesi guru inpassing Kemenag sebelum tahun 2015;

Tuntutan poin terakhir, adanya pemberian kesempatan bagi guru swasta yang sudah sertifikasi dan inpassing serta memperoleh tunjangan profesi untuk diangkat sebagai ASN PNS atau P3K, dan diangkat di sekolahnya tempat bekerja (sekolah swasta sebagai guru ASN Dpk)

Baca Juga:   Itera Bahas Adaptasi Tataan Geologi Sumatera

Sebelumnya diketahui, sebanyak 20 guru dari Lampung turut serta mewakili silatnas bersama 371 guru anggota PGSI dari seluruh Indonesia itu. Asep berujar, atas pertemuan tersebut, presiden berjanji membahas semua usulan dan masalah guru setelah berkoordinasi dengan menteri terkait.

“Semoga akan segera dituangkan dalam kebijakan berikutnya. Tidak semua organisasi guru bisa mengadu langsung dan diterima serta dijamu di istana,” tandas Asep. (apr/sur)




  • Bagikan