Pasca Temui Wali Kota, Ada Empat Pedagang Belum Serahkan KTP

  • Bagikan
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana saat meninjau Pasar Smep, Rabu (20/10). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana saat meninjau Pasar Smep, Rabu (20/10). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Perdagangan (Disdag) Bandarlampung telah mendata pedagang yang mengaku tidak mendapatkan lapak di Pasar Smep. Dari data Disdag ada sekitar 30 pedagang yang diverifikasi.

“Jadi kita data sudah dapat sekitar 30 pedagang kita verifikasi. Tinggal 4 pedagang yang belum menyerahkan KTP,” ujar Kepala Disdag Bandarlampung Wilson Faisol.


Terkait dengan pembagian lapaknya, kata Wilson, pihaknya bersama UPT Pasar Smep sudah memanggil pedagang tersebut dan telah disiapkan lapak. “Tinggal yang belum melengkapi administrasinya saja yang belum selesai proses. Karena KTP sampai sekarang belum disetor,” ucapnya.

Dirinya pun memastikan, tambahan pedagang ini tidak akan mengganggu lapak pedagang yang telah diundi sebelumnya.

“Kita siapkan. Ya kalau memang khusus ikan kita siasati memang ada yang kosong nanti kita buatin yang sama. Kalau pedagang jenisnya bisa kita akomondir ke tempat lain enak. Tapi, kalau ikan terbatas harus ada sarana air ada kolom-kolam di lapaknya,”terangnya.

Baca Juga:   Datangi Kantor Kelurahan, Warga Kelapa Tiga Desak Ada Pemilihan RT

Sembari menunggu persiapan, untuk menampung pedagang yang belum dapat lapak untuk masuk, pihaknya juga mencari lapak yang belum akan dipakai pedagang untuk dipakai sementara. “Jadi kalau memang bisa kita pakai dulu sampai orangnya mau menggunakan,” terangnya.

Fasilitas terkait listrik dan air, lanjutnya, telah dipersiapkan. Seperti listrik telah terpasang, begitu juga dengan air telah diganti mesinnya. Lantai basement dan lantai satu menurutnya telah terisi dan pedagang telah membuka lapak dagangnya.

Saat ini pihaknya pun tengah mulai merapikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) pedagang Pasar Smep yang ada di Jl. Imam Bonjol atau di eks Penjara Lama. “Kan ada dua TPS, satu di Jl. Batu Sangkar sudah kita rapikan. Dan satu lagi di eks penjara lama,” tuturnya.

Dalam pembongkaran di TPS Jl. Imam Boncol, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada pedagang untuk mengamankan barang-barang yang bisa dimanfaatkan dari TPS sebelum dibongkar.

Baca Juga:   12 Satpol PP Jaga Pembuatan Mural di Flyover Pahoman

Untuk menghindari pedagang tetap berjualan di seputar TPS, menurutnya Disdag bersama OPD terkait dan Satpol-PP melakukan pembongkaran TPS dengan mengembalikan ke fungsi semula, seperti di Jl. Batu Sangkar menjadi jalan kembali.

“Kita antisipasi dengan penjagaan untuk mencegah adanya pedagang kaki lima di bekas TPS. Begitu juga di Jl. Imam Bonjol kita bongkar dan masuk dalam. Dinas PU juga sudah memperbaiki jalan yang tadinya rusak karena TPS sudah diperbaiki,” ujarnya.

Dari pantauan Radarlampung.co.id, Rabu (27/10) sore alat berat milik Dinas PU pun telah ada di seputar Jl. Batu Sangkar. Tampak petugas mulai merapikan jalan tersebut untuk diaspal. Begitu juga jalan di pintu masuk Pasar Smep mulai dirapikan. (pip/sur)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan