Pasca Tsunami, Pengunjung Teluk Kiluan Turun 75 Persen

  • Bagikan
Laguna Gayau, salah satu spot wisata di Teluk Kiluan. Pascatsunami, objek wisata andalan Tanggamus ini sepi pengunjung. FOTO DOKUMENTASI POKDARWIS TELUK KILUAN
Laguna Gayau, salah satu spot wisata di Teluk Kiluan. Pascatsunami, objek wisata andalan Tanggamus ini sepi pengunjung. FOTO DOKUMENTASI POKDARWIS TELUK KILUAN

radarlampung.co.id – Tsunami yang terjadi Sabtu (22/12/2018) memengaruhi tingkat kunjungan wisata pantai.  Seperti terjadi di Pantai Teluk Kiluan, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus. Bahkan penurunan wisatawan mencapai 75 persen.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kiluan Riko Stefanus mengatakan, objek wisata itu mulai dibuka sejak menjelang akhir tahun. Namun hingga malam pergantian tahun, tidak satupun pengunjung yang datang.


”Tetap buka sejak Libur Natal. Tapi tidak ada satupun pegunjung yang datang. Kiluan baru kedatangan turis, Kamis (3/1). Itupun jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu,” kata Riko melalui aplikasi pesan WhatsApp, Sabtu (5/1).

Menurut dia, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Teluk Kiluan tahun lalu mencapai sekitar 1.500 pengunjung. “Ya, tahun lalu sekitar 1.500 yang berkunjung saat libur Natal dan Tahun Baru. Tahun sepi,” sebut fia.

Baca Juga:   BPPH-LHK Turun, Periksa Limbah di Pesisir Lampung

Ia mengakui, penurunan drastis pengunjung dipengaruhi peristiwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda. Teluk Kiluan merupakan salah satu daerah terdampak.

Belum lagi, Gunung Anak Krakatau (GAK) dinaikkan statusnya menjadi siaga (Level III) dan BMKG mewarning agar menjauhi zona pesisir pantai radius 500 meter-satu kilometer.

Sementara, Kabid Kedaruratan BPBD Tanggamus Adi Nugroho mengatakan, kondisi Kiluan mulai berangsur pulih. Tim BPBD yang siaga sejak tsunami juga sudah ditarik. “Ya, personel sudah ditarik. Warga juga sudah kembali pulang dari tenda pengungsian,” kata Adi mewakili Kepala BPBD Tanggamus Romas Yadi. (ral/ehl/ais)

 




  • Bagikan