Pedagang Lobster Terseret Ombak 2 KM ke Tengah Laut

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Perjuangan keras untuk bertahan hidup dilakukan Yuliati (48), warga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa. Berjuang tetap selamat dari hantaman tsunami yang menghancurkan kediamannya, Sabtu (22/12) lalu, Yuliati sempat terseret sejauh dua kilometer ke tengah laut dan terombang-ambing selama empat jam.

Saat ini, Yuliati tengah menjalani perawatan di insatalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Bob Bazar. Dirinya mengalami luka terbuka di paha kaki sebelah kanan dan belum dapat digerakan.


Eva Nuraini (37), rekan korban menceritakan, dirinya dan Yuliati memiliki usaha bersama, yaitu jual beli lobster di Desa Kunjir dan juga usaha olahan ayam di Kalianda. Saat kejadian Yiliati tengah pulang ke Kunjir.

Baca Juga:   Besok, Pengurus Apindo Lampung Dikukuhkan

Sesaat sebelum kejadian atau tepatnya pukul 20.30 WIB ia dan Yuliati sempat berkomunikasi melalui WhatsApp dan mengatakan hendak istrahat. Namun sekitar pukul 21.00 WIB Yuniati kembali menelpon dan mengatakan terjadi tsunami.

“Ia nelpon ada tsunami tapi terus langsung dimatiin, saya pun panik dan saya telpon lagi, dia bilang telah bersembunyi di dalam kamar, saya printahkan untuk lari kebelakang rumah, namun telpon kami langsung terputus,” ujarnya.

Keesokan harinya, Minggu (23/12) sekitar pukul 06.30 WIB, ia mendapat telpon dari tim evakuasi dan memberitahu bahwa Yuliana telah ditemukan di tepi pantai dalam keadaan terluka. “Saya ketemu Yuliana saat uda dibawa ke RSUD,” ujarnya.

Eva menceritakan, selama terombang-ambing, Yuliana berusaha mengapung dengan memeluk sebilah bambu yang berada di tengah laut. “Jadi usai terkena ombak besar, Yuliana, sambil terombang-ambing meluk tas yang terbuat dari parasut berisi laptop dan menemukan bambu di sekitarnya dan menggapainya,” ungkapnya.

Baca Juga:   Duh, Kualitas Pembangunan Jalan di Kecamatan Ini Bikin DPRD Tanggamus Kecewa Berat

Selama di tengah laut, Eva bercerita bahwa rekannya tersebut, hanya bisa tertidur memeluk bambu, sambil berdoa. “Jadi Yuli cerita bahwa ia hanya pasrah dan berdoa agar dapat selamat, lantaran kakinya tidak dapat digerakan lagi,” ungkapnya.

Beruntung, sekitar pukul 04.00 WIB, bambu yang Yuliati peluk terbawa ke tepi laut. “Setelah menepi ia tidak dapat berbuat apa-apa barulah sekitar pukul 6.30 WIB ditemukan tim evakuasi,” ungkapnya. (pip/sur) 





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan