Pedagang Sektor Esensial di Pasar Pasir Gintung Ditutup

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, menutup pasar pasir Gintung, Jumat (16/7).

Meskipun dagangan esensial. Pemkot tetap menutupnya. Sebab, beberapa pedagang didapatkan ada yang Reaktif di sejumlah Pasar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandarlampung, Adiansyah mengatakan, penutupan seluruh pedagang di pasir Gintung tersebut, karena Pemkot Bandarlampung akan menyemprot Disinfektan.

“Pasar pasir gintung umumnya merupakan sektor esensial. Penutupannya satu hari ini saja. Kalau Besok (Sabtu, red) sudah bisa dibuka kembali,” ungkap Adiansyah, Jumat (16/7).

Menurutnya, penutupan tersebut sempat ada penolakan dari pedagang. Namun, setelah diberikan pengertian, mereka akhirnya bersedia menutup. “Karena ini juga kan untuk kepentingan mereka. Kalau mereka terkena virus corona, bisa menyebar ke pedagang lainnya ataupun ke pembeli. Bahkan, sampai ke keluarga mereka saat mereka pulang kerumah. Ini semua untuk menjaga keselamatan kita bersama,” katanya.

Baca Juga:   Patut Dicontoh, Isi Ulang Tabung Oksigen Bayar Sukarela

Terkait penyemprotan di pasar lain, Adiansyah mengaku masih menunggu instruksi dari Walikota Bandarlampung. “Jumlah Reaktif di pasar pasir Gintung kan cukup banyak. Makanya kita lakukan penutupan satu hari saja untuk melakukan Penyemprotan,”ucapnya.

Terpisah, Salah satu Pedagang Esensial Pasar Pasir Gintung (Pedagang Sayuran), Dengke mengaku sudah mendapatkan informasi untuk meminta tutup sementara dagangannya pada Kamis (15/7). Namun, dirinya tetap membuka dengan alasan hasil pertanian sudah di panen.

“Kemarin saya dapat informasi bakal tutup, tapi mau gimana lagi dagangan hasil panen saya sudah terlanjur dicabut dari kampung,” katanya. (gie/yud)




  • Bagikan