Pekan Depan, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Bagikan 42 Unit Rumah ke Anggota

  • Bagikan
Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Agus Sujatma Surnada (tengah) didampingi Direktur PT DHL A. Tamzil (kanan) memaparkan progres program pembangunan rumah ke awak media. FOTO IST.

RADARLAMPUNG.CO.ID – Program perumahan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang terus menunjukkan progres positif. Kabar terbaru, pekan depan sebagian buruh anggota Koperasi TKBM sudah bisa menempati rumah implementasi dari program tersebut.

Ya, kabar tersebut disampaikan Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang Agus Sujatma Surnada dalam acara silaturahmi bersama Kepala Regu Kerja (KRK) Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, Minggu (16/5) siang. Total, 42 unit siap dihuni.

“Awalnya kabar dari pengembang 32 unit sudah selesai pembangunannya. Tapi barusan saya ngobrol dengan pimpinan pengembang, ada lagi 10 unit yang juga sudah selesai dibangun. Jadi total sudah ada 42 unit rumah siap kita bagikan ke anggota koperasi. Tentunya dengan fasilitas layak huni,” ucap Agus saat diwawancarai awak media usai acara.

Dalam hal ini, pihaknya tidak ingin berlama-lama. “Dengan mekanisme yang disetujui pengembang, paling lambat akhir Mei ini 42 unit rumah kita bagikan. InsyaAllah minggu depan,” kata Agus.

Baca Juga:   Pemprov Dukung Forum RPJMD Kota Bandarlampung

Nama-nama calon anggota yang berhak menempati pun sudah tercatat. “Semua yang mengusulkan sudah kita data. Tapi yang sangat membutuhkan kita dahulukan. Terutama yang mendapat rekomendasi dari kelurahan atau bahkan kecamatan. Semisal mereka yang masih mengontrak,” ucap Agus.

Kedepan, realisasi program perumahan ini terus dikejar. Dengan target tahun ini terbangun 300 hingga 500 unit rumah.

Di lokasi yang sama, Direktur PT Duta Hidup Lestari (DHL) A. Tamzil membenarkan tentang wacana penyerahan unit rumah tersebut. Selaku pengembang, pihaknya berjanji bakal merealisasikan pembangunan sesuai target yang disepakati bersama.

“Iya benar. Rencana Mei ini ada penyerahan unit rumah ke anggota Koperasi TKBM. Awalnya sudah diserahkan 32 unit ke koperasi untuk serah terima ke buruh. Tapi data terbaru, kami juga sudah menyelesaikan 10 unit rumah lagi, yang bisa sekaligus kita serahkan. Jadi untuk bulan ini ada 42 unit rumah siap diserahterimakan ke anggota koperasi,” sebutnya.

Baca Juga:   Buktikan Program Kerja, Koperasi TKBM Serahterimakan 42 Unit Rumah ke Anggota

Kabar baiknya lagi, saat ini pun sudah ada 30 rumah yang pembangunannya telah mencapai 75 persen. “Untuk 30 unit yang sedang dibangun ini kemungkinan akan kita serahterimakan Juni mendatang,” ucapnya.

Sementara, untuk progres lebih jauh, saat ini PT DHL sedang merampungkan land clearing lahan seluas 5,4 hektar. Ya, di atas lahan ini lah bakal dibangun unit-unit baru sesuai target yang ditetapkan.

“Lahan land clearing satu tahun pertama ini bisa untuk 300 unit. Itu ekstimasi minimal, sehingga bisa lebih sesuai target yang ada. Jadi kita benar-benar mengupayakan bisa terbangun 500 unit rumah untuk tahun ini. Kita sudah lakukan land clearing di atas lahan 5,4 hektar untuk merealisasikan target pembangunan tahun ini,” tandasnya.

Bakal Gelar Diklat Kepemimpinan

SELAIN fokus program kesejahteraan anggota, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang pun tidak mengesampingkan pengembangan SDM anggota koperasi. Ya, dalam waktu dekat, Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang akan menggelar diklat Kepemimpinan. Diklat ini diperuntukkan bagi KRK.

Baca Juga:   Siap-siap, Pedagang Emperan Akan Turut Dipasang Tapping Box

“Jadi tadi juga saya sampaikan, kita akan gelar diklat kepemimpinanan untuk KRK. Rencananya pada Agustus. Tidak sekaligus, tapi kita bagi 25 sampai 30 orang per sesi. Untuk lokasi nanti kita bahas sesuai kesepakatan dengan para KRK,” kata Agus.

Agus menegaskan, tanpa ada dukungan yang baik dari KRK, tidak mungkin terjadi pembenahan yang maksimal di dalam keanggotaan koperasi. Sebab, kata dia, KRK merupakan corong bagi para anggota untuk melakukan kewajibannya dan mengetahui haknya masing-masing.

“Oleh karena itu KRK harus diberikan pendidikan diklat. Nanti akan kita undang nara sumber dari Dinas Ketenagakerjaan juga Dinas Koperasi. Supaya para KRK ini tidak sebatas tahu kewajiban, tapi juga tahu batasan-batasan haknya. Semua harus kita antisipasi dan kita lakukan sesuai anturan undang-undang yang berlaku,” tandas Agus. (sur)



  • Bagikan