Pelaku Berpindah-pindah, Polisi Sudah Datangi Beberapa Tempat

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kasus pembunuhan karyawan bidang Instalasi dan Sanitasi RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Suaidi Maulana (49), belum menemukan titik terang.

Hingga saat ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung masih berupaya keras untuk memburu pelaku pembunuhan yang diduga merupakan orang dekat korban.

“Penyidik hingga saat ini masih bekerja keras untuk dapat mendeteksi keberadaan pelaku,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Reski Maulana, Sabtu (24/3).

Bahkan, kata dia, anggotanya juga sudah mendatangi beberapa tempat terkait kasus tersebut. Guna mengumpulkan informasi yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus serta memburu pelaku.

Reski mengatakan, pelaku yang saat ini tengah dalam pelarian diduga kerap berpindah-pindah tempat.

Baca Juga:   KPCPEN Respon Cepat Sikapi Peningkatan Kasus Covid-19

“Sudah ada beberapa tempat yang kita datangi untuk mengumpulkan informasi. Tapi memang pelaku ini sering berpindah-pindah tempat,” tambah dia.

Disinggung tentang motif pelaku melakukan hal keji tersebut kepada korban, Reski mengatakan, hal tersebut baru dapat diungkap setelah anggotanya berhasil mengamankan pelaku nantinya.

“Untuk sementara ini, yang dapat kita simpulkan satu yang pasti. Pelaku merupakan teman dekat korban,” tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, karyawan RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo digegerkan dengan penemuan mayat pria yang terbungkus di dalam plastik pembuangan limbah beracun, pada 23 Maret 2021 lalu.

Korban yang belakangan diketahui bernama Suaidi Maulana (49) itu ditemukan oleh rekan kerjanya di ruang binatu (laundry) yang merupakan tempat korban sehari-hari bekerja dan menginap.

Baca Juga:   Polda Gulung 140 Preman dan Pelaku Pungli

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban meregang nyawa usai mengalami luka tusuk di beberapa bagian pada tubuhnya. Diduga, luka tusuk dibagian leher yang dialami korban menjadi luka berat yang mengakibatkan korban meninggal.

Diketahui, saat pertama kali ditemukan, ruangan binatu RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam.

Hal tersebut membuat polisi menarik kesimpulan, pelaku pembunuhan keji tersebut merupakan seseorang yang dekat dengan korban dan memahami betul seluk-beluk ruangan lokasi kejadian. (Ega/yud)



  • Bagikan