Pelaku Todong Korban dengan Senjata Tajam

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Fitri Andayani (23), warga jl. Wayjabung, Pahoman, Bandarlampung masih terdengar syok setelah menjadi korban perampasan kendaraan oleh dua orang tidak dikenal, Selasa (18/5) malam.

Fitri, terpaksa harus merelakan motor Honda Beat berwarna hitam dengan nomor polisi BE 2324 ACN miliknya. Setelah dirinya ditodong dengan menggunakan senjata tajam oleh salah satu pelaku.


Peristiwa itu diketahui terjadi di jl. Laksamana Malahayati, Telukbetung Selatan, Bandarlampung atau tepatnya di sekitar wilayah Pasar Kangkung.

Dia mengatakan, hal itu bermula saat dia baru saja pulang dari rumah seorang teman di daerah Panjang, sekitar pukul 19.30 wib. Saat itu, Fitri sedang mengendarai sepeda motor seorang diri.

Sesampainya di lampu merah persimpangan menuju arah Pasar Kangkung, Fitri baru sadar jika ada dua orang yang menggunakan sepeda motor jenis matic, terlihat membuntutinya dari belakang.

Baca Juga:   Sidang Gugatan 23 KK ke Pemprov Lampung Digelar, Penggugat Disarankan Siapkan Resume Tertulis

“Saya sempat lihat dari spion, kok dua orang itu ngikutin saya terus dari belakang. Waktu saya ngebut, mereka juga ngebut,” katanya, Rabu (19/5).

Fitri yang punya firasat tidak enak, lantas berusaha tancap gas untuk kabur dari kedua orang tidak dikenal tersebut. Namun pelaku yang tau bahwa korban menyadari telah dibuntuti pun mengambil langkah lebih cepat.

Pelaku lantas tancap gas dan memepet korban hingga korban terpaksa untuk menepi. “Saya kemudian di hadang dari depan. Salah satu pelaku turun dari motor dan langsung menodongkan pisau ke perut saya,” kata dia.

Saat itu, kata Fitri, jalanan memang sedang sepi. Korban yang kaget dan takut lantas tidak dapat berbuat banyak selain pasrah dan menyerahkan sepeda motornya begitu saja.

Baca Juga:   Azis Syamsuddin Jalani Sidang Dakwaan, Jaksa Beber Pemberian Uang ke Eks Penyidik KPK

“Dia bilang, ‘serahin nggak motor lu, atau nyawa lu melayang’ sambil nodongin pisau ke perut saya. Saya mau teriak juga nggak bisa karena di situ sepi. Saya juga takut, jadi ya sudah pasrah saja kasih motor ke dia,” katanya.

Fitri mengaku tidak bisa mengenali wajah pelaku, lantaran pelaku menggunakan helm dan masker. Pelaku juga menggunakan pakaian serba hitam. Setelah melakukan aksinya, keduanya pun langsung kabur dari lokasi kejadian.

Usai peristiwa itu, Fitri kemudian menghubungi keluarganya untuk minta dijemput dan melaporkan hal tersebut ke Polresta Bandarlampung.

“Sudah buat laporan, tadi juga polisi sudah ke tkp buat ngecek dan saya diminta balik lagi ke Polresta untuk kasih keterangan lagi,” tandasnya. (Ega/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan