Pelaku Utama Penusuk Remaja di Bukit Kemuning Diamankan, Ini Tampangnya seperti tak Ada Penyesalan!


Radi (24) warga Dusun Kebun Jeruk, Kel. Bukit Kemuning, Kec. Bukit Kemuning, Lampura. Pelaku penusukan di depan Bank BNI Bukit Kemuning, Lampura, pada Minggu (1/5) lalu. Foto Polres Lampura for radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Usai dinyatakan dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Lampung Utara (Lampura), Radi (24) warga Dusun Kebun Jeruk, Kel. Bukit Kemuning, Kec. Bukit Kemuning, Lampura.

Radi diduga kuat pelaku utama pengeroyokan yang menyebabkan korbannya bernama Fregi (22) warga Simpang Tulungbuyut, Kec. Gunung Labuhan, Kab. Waykanan meregang nyawa ditusuk membabi buta di depan Bank BNI Cab. Bukit Kemuning, pada Minggu (1/5) pukul 22.00 WIB lalu, akhirnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian.





Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama yang juga mewakili Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail menjelaskan, Radi merupakan pelaku utama yang sudah diterbitkan daftar DPO nya. Dan kini telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. “Jadi kita amankan ketika malam hari,” katanya, Minggu (8/5) melalui sambungan telepon.

Menurut Eko -sapaan akrabnya- sebelum mengamankan Radi, pihaknya juga sudah meringkus DC rekannya. Yang turut menganiaya korban ketika waktu kejadian. “Jadi kita bekerjasama dengan Tim Tekab 308 Polda Lampung juga Polres Lampung Selatan. Kita lakukan penyelidikan, dan mendapatkan info apabila DC ini di Jakarta Utara,” kata dia.

Baca Juga:   Cabuli Anak Didiknya, Oknum Guru Divonis 5 Tahun dan Denda Rp1 Miliar

Atas informasi itu, pihaknya pun melakukan pengejaran. Dan ternyata pihaknya kembali mendapat info apabila DC ini mengarah ke Pelabuhan Merak. Yang akan menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni. Juga turut ditemani oleh rekannya lagi berinisial AI.

“Lalu kami berkoordinasi lagi dengan petugas yang ada di Lampung untuk mencegat pelaku di Dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni. Info yang kami dapat ia menaiki travel tujuan Lampung. Diketahui dirinya juga saat itu sedang menaiki Kapal Laut Munic 9,” katanya.

Sesampainya pelaku DC dan bersama dengan temannya AI di Dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni, akhirnya petugas melakukan penangkapan. Setelah di interogasi bahwa rekannya AI ini tak terlibat dalam perkara itu.

Baca Juga:   Antisipasi Kamtibmas dan Siaga Bencana Alam, Brimob Polda Lampung Apel Gelar Pasukan

“Nah di malam yang sama Radi (pelaku utama) turut menyerahkan diri. Info yang kami dapat dari pelaku DC bahwa Radi ini diduga kuat sebagai pelaku pemukulan. Dan melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban.

“Keduanya DC dan RDT alias RD saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Dan kita masih mendalami kemungkinan masih ada pelaku lainnya yang belum ditangkap,” kata dia.

Namun, ketika ditanyakan perihal berapa pelaku yang terlibat pemukulan atas kasus itu, Kasat Reskrim AKP Eko Rendi enggan berkomentar banyak. “Anggota masih berkerja di lapangan. Penyelidikan masih dilakukan. Yakin saja dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus ini semana mestinya,” tegasnya.

Eko pun sedikit menceritakan kronologis atas kejadian pengeroyokan itu, dimana ketika itu tepatnya di depan konter handphone, korban sedang melintas. Lalu dilempar batu oleh tersangka ini. “Korban pun berbalik arah dan langsung menghampiri para tersangka. Dan terjadilah cekcok mulut yang mengakibatkan saling pukul. Juga menyebabkan korban mengalami luka tusuk dibagian dada,” katanya.

Baca Juga:   Polda Lampung Amankan Wanita Bercadar Putih yang Resahkan Warga Pringsewu

Sebelumnya memang Radi ini sudah memegang senjata tajam (sajam) jenis pisau. Dan ketika cekcok itu Radi tanpa basa-basi langsung menghunuskan sajamnya ke korban sebanyak tiga kali. Sehingga korban Fregi meninggal dunia ditempat.

“Atas kejadian itu, pihak Polres Lampura langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengidentifikasi para pelaku kemudian melakukan pengejaran. Namun saat itu para pelaku telah melarikan diri, hingga pihaknya menerbitkan daftar pencarian orang (DPO),” katanya.

Pihaknya pun sudah melakukan pencarian ke beberapa titik, yang diduga akan didatangi oleh para pelaku ini. Namun hasil pun nihil, dan akhirnya pihaknya menyebarkan foto pelaku. Pun beserta identitasnya. “Sehingga satu pelaku pun menyerahkan diri,” pungkasnya. (ozy/ang)