Pelanggan Keluhkan Pemutusan Air, PDAM Klaim Telah Lalui Prosedur

  • Bagikan
ILUSTRASI INTERNET

RADARLAMPUNG.CO.ID – Keluhan pemutusan saluran air secara sepihak dan tanpa didasari regulasi kerap tertuju pada pelayanan PDAM Way Rilau. Namun, saat menggelar pertemuan dengan awak media, Jumat (4/1), Kepala Bagian Humas PDAM Way Rilau Agung Purnama menyangkal hal tersebut.

Menurut Agung, sebelum pemutusan saluran air pihaknya terlebih dahulu melayangkan surat pemberitahuan. Khususnya terkait surat pemberitahuan adanya tunggakan kepada pelanggan, dengan batas waktu tindaklanjut tiga hari sejak surat diterima.


“Apabila pelanggan terkait tidak menyelesaikan tunggakan, PDAM Way Rilau memberikan sanksi berupa pemutusan sementara instalasi air pelanggan. Dan, sebelum pemutusan dilakukan, kami memberikan teguran satu sampai tiga kali,” ucapnya.

Dijelaskan, berdasarkan Pasal 8, tentang Regulasi Perjanjian Berlangganan Air, apabila rekening telah tiga kali terlambat melakukan pembayaran, PDAM Way Rilau berhak memutus saluran air tanpa pemberitahuan.

Baca Juga:   Seluruh Gerai Disegel, Ini Tanggapan Manajemen Bakso Son Haji Sony

’’Apapun yang dilakukan, tentunya kami memakai peraturan yang ada. Kami juga sebenarnya tidak mau memutus sambungan, namun bagaimana jika konsumen tidak kunjung membayar tunggakan,” kata dia.

Pemutusan sambungan air, lanjut dia, diperkuat dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 46/PAM/HK/2009 tentang Pemberian Sanksi Keterlambatan Membayar Rekening Air dan Sanksi Pelanggaran Bagi Pengguna PDAM Way Rilau.

Belakangan, keluhan pelayanan lain, yakni terkait jam alir yang terkadang tak menentu terdengar pihak PDAM dari warga Perumahan Bukti Kemiling Permai (BKP). Menanggapi hal itu pihaknya menjelaskan untuk jam alir di Perumahan BKP dimulai pukul 05.00 WIB hingga stok air di reservoir habis. ’’Setiap reservoir mempunyai wilayah pendistribusian berbeda blok,” kata dia.

Baca Juga:   Bakso Son Haji Sony Siap Kooperatif Penuhi Permintaan Pemkot

Sementara, jika air didistribusikan tidak sesuai dengan jam alir, dikhawtirkan tak mampu menjangkau sejumlah konsumen sesuai blok yang telah dijadwalkan. (sur)




  • Bagikan