Pemasangan Box Culvert Dilanjutkan Pasca Lebaran


Suasana pelebaran gorong-gorong di Jl. Z.A. Pagar Alama. Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id
Suasana pelebaran gorong-gorong di Jl. Z.A. Pagar Alama. Foto: Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemasangan Culvert yang melintasi Jl. Z.A. Pagar Alam, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Rajabasa telah menyelesaikan ruas pertama. Untuk ruas lajur sebelahnya akan dikerjakan pasca lebaran 1443 H.

Kapala BPJN Lampung Rien Merlia melalui Kasi Preservasi BPJN Lampung Mardalena mengatakan, di tahun ini BPJN akan memperlebar gorong-gorong yang melintasi Jl. Z.A Pagar Alam.





Lebarnya, dari yang semulai 80 cm, diperbesar menjadi 2×1,5 m2, karena di daerah tersebut rawan terjadi banjir.

Sejauh ini, kata Lena, rekanan telah menyelesaikan pemasangan Box Culver untuk ruas jalan Tanjungkarang-Rajabasa.

Berikutnya, lajur sebelahnya atau Rajabasa-Tanjungkarang akan dikerjakan pasca lebaran.

“Memang perbaikan gorong-gorong ini jadi prioritas. Sebelahnya kita lanjutkan habis lebaran. Karena H-10 kita gak boleh kerja lagi,” ujarnya.

Baca Juga:   Komisi I Ingatkan Pemkot Terkait Wacana Peniadaan Tenaga Honorer

Selain gorong-gorong yang melintasi Jl. Z.A Pagar Alam, BPJN juga akan melakukan perbaikan pada Jl. Z.A Pagar Alam yang turun atau rusak akibat lalu lintas kendaraan pengangkut tanah ke Living Plaza Lampung (LPL) beberapa waktu lalu.

“Ya, jalan yang ada di sekitar lokasi juga kita perbaiki, mengingat itu kondisinya menurun. Itu kita prioritaskan juga, apalagi itu jalan di kota yang banyak dilalui kendaraan,” ucapnya.

Disinggung apakah akan melebarkan gorong-gorong yang menyebrangi Jl. Soekarno-Hatta (Bypass) atau dekat Polinela, dirinya mengungkapkan akan diperbesar juga, namun tidak dalam waktu dekat.

Dirinya mengakui dengan adanya kerusakan jalan akibat proyek tentu akan merugikan pihaknya jika tidak diperbaiki sesuai spesifiknya. Sebab, BPJN harus menganggarkan perbaikan.

Baca Juga:   Jelang HUT Apeksi, Wali Kota Audiensi dengan Wagub

“Harusnya uangnya bisa kita anggarkan untuk perbaikan yang lain,” ucapnya. (pip/sur)