Pembangunan Desa Harus Cantumkan Lima Misi Kabupaten!

  • Bagikan
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memimpin musrenbang kecamatan yang berlangsung secara virtual di aula pemkab, beberapa waktu lalu. FOTO DOKUMEN RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bupati Dendi Ramadhona meminta arah kebijakan dan perencanaan pembangunan tahun 2022 di seluruh desa mencantumkan lima misi Kabupaten Pesawaran

“Saya minta perencanaan pembangunan 2022 sesuai visi misi Kabupaten Pesawaran. Ada lima misi yang dilaksanakan, pertama mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan layanan publik yang berkualitas, akuntabel, dan berkinerja tinggi,” kata Dendi Ramadhona saat memimpin musrenbang kecamatan secara virtual di aula pemkab, Senin (8/2).


Kemudian misi kedua, menyediakan sarana dan infrastruktur secara berkelanjutan dan berkualitas yang berkeadilan dan merata. Lalu mewujudkan sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani, cerdas, unggul, berkarakter dan berdaya saing

“Jangan sampai desa tidak memiliki misi kabupaten. Harus mengikuti alur misi yang diterapkan kabupaten,” tegasnya.

Baca Juga:   Operasi Patuh Krakatau, Kedepankan Tindakan Persuasif Humanis

Selanjutnya misi keempat, meningkatkan pembangunan ekonomi dan memperkuat perekonomian daerah.

Terakhir, mewujudkan desa mandiri sebagai titik berat pembangunan berbasis kemasyarakatan dan potensi lokal yang berlandaskan pemberdayaan masyarakat, kemitraan, gotong royong dan Bhineka Tunggal Ika

“Alhamdulillah, Pesawaran masih dapat berjalan meski kekuatan APBD belum cukup mengcover kebutuhan. Secara besar tren pembangunan masih berjalan,” ujarnya.

Ketua Karang Taruna Lampung ini juga meminta agar semua aparatur desa berfikir untuk kemandirian desa yang harus dikejar ke depan.

Jangan hanya berpangku dengan dana desa. Tapi bagaimana berfikir meningkatkan pendapat asli desa.

“Makanya kita kembangkan desa digital dan desa wisata serta program one village one destination yang bertujuan membangun desa mandiri,” jelasnya.

Baca Juga:   Ayo! Jadikan Donor Darah Sebagai Budaya

Kabupaten dan desa, lanjut Dendi, harus siap dengan kemungkinan kondisi terburuk terkait masalah keuangan. Apakah keuangan desa, kabupaten, hingga keuangan negara.

Jika tidak ada orientasi menuju desa mandiri, maka bisa jadi akan kembali menjadi desa tertinggal. (ozi/ais)




  • Bagikan