Pembangunan Rigit Beton Rp1,7 M Dipertanyakan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pembangunan rigit beton di ruas jalan Dayamurni-Tiyuh Margodadi, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang telah menelan anggaran APBD sebesar Rp1,7 miliar, dipertanyakan. Pembangunan rigit beton tersebut diduga belum mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan.

Pembangunan jalan tersebut berjarak sekitar 3 KM dari rumah Bupati Tubaba Umar Ahmad.


Ketua Partai PSI Tubaba Juaini Bandarsyah menilai pembangunan jalan tersebut diduga kuat tidak sesuai kontruksi. “Saya sudah lihat pekerjaan itu, dan diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis pekerjaan. Sebab saya melihat langsung tadi sore, LC atau lantai kerja belum kering sempurna sudah langsung right beton dan saya melihat ridgit sudah banyak yang retak,” ungkap Juani di lokasi pembangunan Rabu (18/12).

Kejanggalan lain, menurut Juaini, pekerja kontruksi di lapangan tidak menggunakan mesin gerinda beton saat menandai antar blok ridgit. Para pekerja hanya membuat goresan tangan dengan menggunakan besi biasa, sehingga nampak seolah-olah telah digaris dengan gerinda. “Saya menduga, para pengerjaan di lapangan itu kurang memahami teknis pengerjaannya, apalagi menurut keterangan warga tidak ada pemadatan saat pengecoran ridgit beton,” terangnya.

Karenanya, Juaini Bandarsyah sanat berharap agar Dinas PUPR Tubaba mengevaluasi pekerjaan tersebut. Sebab, pekerjaan lapangan yang telah selesai sekitar pukul 14.40 WIB hari ini (19/12) dikerjakan tanpa mengeras terlebih dahulu lantai dasar pekerjaan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun Radar Lampung di lapangan, ruas jalan sepanjang kurang lebih 150 meter dan lebar 5 meter tersebut dikerjakan CV Rahmat Jaya Abadi berdasarkan kontrak nomor : 600/P-07/Kontrak/PU/Tubaba/2018 dengan nilai kontrak Rp1.720.427.000. Di atas ridgit kemarin nampak lantai paling atas terdapat beberapa retakan.

Semantara itu, panitia pengawas teknis kegiatan dinas PUPR Tubaba Wayan, mengakui kontruksi beton tersebut telah melanggar spesifikasi teknis yang ditentukan. “Ya, bang saya pengawas kegiatan itu, memang kontruksinya salah, sebab pada dasar beton tersebut tidak dilakukan pemadatan terlebih dahulu. Kami sudah sampaikan dengan pihak rekanan tetapi pekerjaannya tetap berjalan dan sudah hampir selesai,” kata Wayan saat ditemui di Komplek Islamic Center Tubaba. (fei/sur) 




  • Bagikan