Pembebasan Ba’asyir, Ditjen Pas Belum Terima Surat dari Jokowi

  • Bagikan
Foto fin

radarlampung.co.id – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Pas Kemenkum HAM), angkat bicara terkait munculnya pemberitaan soal rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dari balik jeruji besi.

Presiden Joko Widodo disebut-sebut  telah memberikan lampu hijau untuk memberikan pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Ditjen Pas Kemenkum HAM, Ade Kusmanto mengatakan, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir belum bebas dan saat ini masih menjalani pidannya di Lapas Gunung Sindur.

“Ustadz Abb dipidana 15 tahun pidana penjara, bebasnya 24 desember 2023,” katanya seperti dilansir Fajar Indonesia Network (FIN), Sabtu (19/1).

Namun, apabila diusulan pembebasan bersyarat menurut perhitungan 2/3 masa pidananya pada tgl 13 desember 2018. Tetapi saat ini belum diusulkan PB karena Ustaz Abu Bakar Ba’asyir tidak mau menandatangani surat pernyataan kesetian kepada NKRI.

Baca Juga:   Kabar Baik, Pemprov Lampung Realisasikan Dana Bagi Hasil dan Insentif Nakes

Dia menegaskan upaya untuk bebaskan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir melalui tiga poin yakni pertama, bebas murni, yaitu telah habis menjalani pidananya.

Kedua, bebas bersyarat yaitu melaluin program pembinaan integrasi sosial narapidana kepada masyarakat setelah menjalani 2/3 masa pidananya.

“Ketiga melalui grasi presiden dengan alasan kemanusiaan,” jelasnya.

Jadi, kata Ade, hingga saat ini Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM belum meriema apapun keputusan Presiden Joko Widodo terkait hal ini.

“Pihak Ditjenpas sampai saat ini belum menerima surat keputusan apapun dari bapak presiden terkait rencana pembebasan Ustadz ABB, sampai saat ini belum ada usulan pembebasan bersyarat yang diusulkan kalapas gunung sindur ke ditjenpas,” tegasnya.

Baca Juga:   Oksigen Medis Langka, Stok RSUDAM Hanya Cukup Dua Hari, Sekprov Lampung Kumpulkan Pengusaha

“Jika surat pernyataan dan jaminan tersebut dipenuhi , kemungkinan besar pembebasan bersyarat dapat diberikan kepada ustadz ABB, Tetapi masalahnya Ustadaz Abb sampai saat ini belum berkenan menandatangani surat pernyataan dan jaminan, sebagai salah satu persyaratan PB,” tutupnya.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra yang merupakan kuasa hukum Presiden Joko Widodo mengatakan membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir.

Bahkan pembebasan Abu Bakar Ba’Asyir diminta Jokowi tanpa ada syarat yang memberatkan Abu Bakar Ba’asyir.

“Pak Jokowi mengatakan bahwa dibebaskan jangan ada syarat-syarat yang memberatkan beliau,” katanya seusai mengunjungi Ba’asyir di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/1). (fin/kyd)




  • Bagikan