Pembelajaran Online Diperpanjang, Ini yang Dilakukan MTsN 1 Bandarlampung

  • Bagikan
Kepala MTsN 1 Bandarlampung Hi. Lukman Hakim,S.Pd.MM tengah sibuk membuat aplikasi digital Be-Learning. Foto Dokumen MTSN 1 Bandarlampung For Radar Lampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sebagai salah satu sekolah terdampak virus Covid-19, MTsN 1 Bandarlampung tetap melangsungkan proses belajar mengajar secara daring, sesuai Surat Edaran Pemerintah Kota Bandarlampung. Sekolah melalui daring diperpanjang sampai waktu yang tidak ditentukan.

Mengingat status daerah masih berada dalam zona merah dengan kategori risiko tinggi, meski pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan keputusan belajar tatap muka di sekolah kepada kepala daerah, rernyata membuat sejumlah guru MTSN 1 Bandarlampung disela-sela daring mencoba mencurahkan isi hati melalui tulisan.

Dalam tulisannya, Fina Rosmala Dewi, S.Pd, Guru Honor bidang Studi IPA Biologi, MTSN 1 Bandarlampung menyebutkan, sekolah daring sendiri memiliki sisi lebih dan kurangnya.

Sisi baiknya ialah, pelaksanaan belajar mengajar sangat memungkinkan dilakukan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, peserta didik bebas mengakses ilmu pengetahuan dari berbagai sumber.

Sekolah daring juga menuntut pendidik untuk lebih kreatif dalam menuangkan materi yang akan disampaikan melalui berbagai media berbasis jaringan.

Namun, pembelajaran yang dilaksanakan secara daring menimbulkan ketidakseimbangan kualitas pembelajaran antara daerah pelosok dengan kota.

Baca Juga:   Mesin Cetak Cangkir Daun Jati

Hal ini disebabkan karena keterbatasan jaringan internet yang sulit dijangkau. Belum lagi adanya kesenjangan strata finansial bagi rakyat ekonomi atas dan bawah.

Sehingga dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan agar proses belajar mengajar tetap terlaksana.

Melihat fenomena tersebut, lanjut Fina, perlu adanya kerjasama antara pemerintah-rakyat, peserta didik-pendidik, dinas pendidikan setempat serta semua oknum yang terkait di dalamnya.

Perlu dilakukan evaluasi secara intensif agar kualitas pendidikan di Indonesia tidak mengalami penurunan meski harus adaptasi dengan keadaan sekarang.

Fina melanjutkan, mengutip potongan ayat Al-Qur’an Surah At-Taghabun ayat 11 yang artinya Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, senantiasa kita sebagai manusia selalu bersabar dalam menghadapi musibah yang terjadi dengan tidak meninggalkan langkah-langkah preventif agar keadaan lebih baik.

Di akhir tulisannya, ia tetap mengajak masyarakat, terutama siswa MTsN 1 Bandarlampung untuk mematuhi Protokol kesehatan. “Mari kita jaga kesehatan dengan menerapkan dan membiasakan 3M,” ucapnya.

Baca Juga:   Penjelasan Universitas Teknokrat Indonesia Soal Tiga Mahasiswa Kena Sanksi DO

Senada dengannya, furu IPS MTSN 1 Bandarlampung Tunah, SE juga menyampaikan suka duka pembelajaran daring. Dirinya menyampaikan bahwa sebagai guru di MTsN 1 Bandarlampung dan sekaligus sebagai orang tua ini adalah pengalaman yang baru yang sudah dijalani satu tahun ini.

Dalam pembelajaran online, kata dia, tentunya ada saja kendalanya. Seperti orang tua yang mengeluh repot belajar di rumah, belum lagi setelah selesai tugas harus difoto dikirim ke gurunya pada batas waktu tertentu. Alasan lain terbentur dengan tidak punya HP, tidak ada kouta, susah sinyal, dan lain-lain.

Secara pribadi, Tunah pun menyampaikan bahwa guru pun merasakan yang sama seperti bapak/ibu di rumah.

Sebagai guru, ia pun menyadari bahwa harus memberikan materi kepada siswa-siswi secara daring, memberikan tugas, memberikan penilaian belum lagi mendampingi anak-anak sendiri yang mereka pun belajar daring.

“Pembelajaran secara tatap muka menurut saya memang lebih baik, karena interaksi yang terjadi secara langsung membantu siswa pada saat kesulitan dalam memahami materi bisa lebih jelas yang langsung disampaikan oleh guru-gurunya,” ucapnya.

Namun, dirinya mengajak semua pihak dapat mengambil hikmahnya, yang tentunya ada hal positif di balik situasi sekarang ini.

Baca Juga:   Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa Dorong Pemerintah Revisi PP 57/2021

“Kita lebih banyak berkumpul dengan keluarga, yang biasanya sulit dilakukan bagi yang kedua orangtuanya bekerja, kita lebih mengenal teknologi digital, mengenal aplikasi pembelajaran dengan metode yang beragam yang lebih menarik, semua banyak dilakukan secara online, dan lebih banyak untuk melakukan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah,” ucapnya.

Di sisi lain, ide guru aktif menulis di sela-sela sekolah daring ini merupakan salah satu motivasi yang selalu diberikan Kepala Madrasah MTsN 1 Bandarlampung H. Lukman Hakim, S.Pd. MM, kepada bapak/ibu guru untuk terus semangat dan berinovasi di tengah situasi saat ini.

Lukman juga mengapresiasi guru-guru MTsN 1 Bandarlampung untuk terus melakukan kegiatan positif di sela-sela daring.

Selama masa pandemi, MTsN 1 Bandarlampung melakukan sistem pembelajaran secara online, yakni setiap pagi jam 07.00 WIB sampai dengan 08.00 WUB6, lalu melakukan virtual meeting dengan camera yang aktif dengan menggunakan absensi googleform.

Kemudian, jam 08.00 WIB sampai dengan 11.30 WIB pembelajaran melalui aplikasi e-learning. (gie/sur)



  • Bagikan



Diduga Bunuh Diri, Pemuda Nekat Tabrakkan Diri ke Kereta Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan