Pembobol Toko Bangunan Diringkus Polisi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Jajaran satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polresta Bandarlampung mengamankan Muhammad Nurwahid, warga jl. Raden Fatah, Kaliawi, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Resky Maulana mengatakan, pria tersebut diamankan usai membobol sebuah toko bangunan pada 12 Juli 2021, sekitar pukul 3.00 wib dini hari lalu.

“Pelaku yang mengaku beraksi seorang diri ini berhasil diamankan dikediamannya beberapa waktu lalu,” katanya, Kamis (22/7).

Adapun modus yang digunakan tersangka, yakni dengan memanjat pagar pagar rumah korban yang berada di jl. Wan Abdurrahman, Batuputu, Tanjungkarang Barat.

“Pelaku juga merusak pintu depan toko bangunan tersebut dengan menggunakan obeng,” katanya.

Resky juga mengatakan, aksi pelaku tersebut juga sempat terekam cctv dan viral di media sosial. “Melalui rekaman cctv tersebut, anggota kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelaku,” tambahnya.

Baca Juga:   Tipu Korban Modus Iming-Iming Naik Pangkat, Dituntut 3 Tahun Penjara

Sambung dia, dari aksinya tersebut, pelaku berhasil membawa kabur satu unit mesin potong kayu merk modern. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,8 juta.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui telah melakukan aksinya sebanyak tiga kali. “Pelaku ini juga diketahui merupakan residivis dan sebelumnya sudah pernah menjalani hukuman,” tandasnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun.

Sementara itu, kepada petugas Nurwahid mengaku kerap melakukan aksinya pada malam hari. Adapun uang hasil curian tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Saya (beraksi, red) cuma sendirian. Uangnya untuk makan dan bayar kontrakan,” katanya.

Sebelum beraksi, pelaku biasanya berkeliling untuk mencari tempat yang akan dijadikan target pembobolan.

Baca Juga:   Waduh...Empat Pasangan Kumpul Kebo Diamankan Petugas

Nurwahid mengaku, merusak bagian depan toko dengan menggunakan obeng. “Saya congkel (pintu, red) dengan obeng. Biasanya saya ambil apa saja yang bisa dijual lagi,” tandasnya. (Ega/yud)




  • Bagikan