Pemerintah Fasilitasi Kredit Mobil Listrik, Begini Tanggapan Ladeo dan APMOL

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Lampung Otomotif Dealer Assosiation (Ladeo) dan Asosiasi Pedagang Mobil Lampung (APMOL) mendukung rencana pemerintah memberikan bantuan kredit bagi masyarakat yang mau membeli mobil listrik.

Dewan Penasehat Ladeo Heri Andrian mengatakan, pada dasarnya dirinya sepakat dengan rencana pemerintah tersebut karena hal itu akan mengembangkan industri mobil listrik di dalam negeri. Namun menurutnya, perkembangan mobil listrik di dalam negeri masih terbilang pesimis.

“Mobil listrik di Indonesia itu saya rasa masih jauh. Toyota saja belum ada mobil listrik. Ya seharusnya baguslah ya, kalau regulasinya itu ada insentif untuk mobil listrik, walaupun sepertinya dealer-dealer belum pada jual kan,” katanya kepada Radarlampung.co.id, Sabtu (24/8) malam.

Menurutnya, dengan hadirnya mobil listrik di dalam negeri diharapkan dapat menghemat energi, bahkan tidak ada polusi dan menuju digitalisasi. Dirinya juga berharap, pemerintah Indonesia dapat mendirikan pabrik mobil listrik dalam negeri.

“Kalau pemerintah mau mendirikan pabrik mobil listrik tentunya investasinya tidak murah. Namun bila dilihat, semua perusahaan mobil semua sudah mengarah ke produksi mobil listrik. Seperti mobil Tesla yang pernah dipamerkan di Bandara Soekarno-Hatta baru-baru ini,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bila melihat harga-harga mobil listrik saat ini, dirinya pesimis masyarakat Indonesia bisa membeli. Lantaran harganya dikisaran Rp1,5 miliar. “Kalau harganya sama kayak mobil bensin, kita bisa beli juga,” imbuhnya.

Sedangkan, Humas APMOL Indra Winata  belum bisa menanggapi terkait rencana pemerintah tersebut, lantaran hingga saat ini di Indonesia belum terlihat ada yang melakukan penjualan mobil listrik.

Menurutnya, rencana tersebut harus diawali dengan realisasinya hingga unit mobilnya sudah ada. “Bagaimana mau menanggapinya kalau sampai saat ini mobil listriknya saja belum ada. Sampai detik ini kan belum ada yang jual di sini, mobilnya kayak mana,” pungkasnya.

Diketahui, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan, fasilitas kredit mobil listrik akan diberikan melalui kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Kami akan kerja sama dengan BRI,” ujar Harjanto, Sabtu (24/8).

Harjanto menjelaskan, fasilitas kredit mobil listrik tersebut diberikan dengan ketentuan tenor selama 6 tahun. “Tenor 6 tahun, bunganya 3,5 persen,” ucapnya. (apr/kyd)

Baca Juga:   Pemenang MBJJ Akan Dihubungi Langsung Oleh Telkomsel




  • Bagikan