Pemerintah Optimistis Ekonomi akan Pulih Seiring Percepatan Vaksinasi dan Reformasi Struktural

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerima delegasi lembaga pemeringkat kredit Standard & Poor Global Rating (S&P), Selasa (23/3) secara virtual.

Pertemuan ini menjadi penting karena sebelumnya pada 17 April 2020, lembaga rating S&P mengubah outlook Indonesia dari stabil ke negatif. Meskipun tidak mengubah peringkat kredit Indonesia pada posisi BBB.


Pertemuan dengan delegasi Standard & Poor Global Rating (S&P) ini merupakan kesempatan yang baik bagi Indonesia untuk menunjukan komitmennya dalam penanganan Covid-19. Sekaligus upaya melakukan reformasi struktural.

Airlangga Hartarto menjelaskan, ekonomi Indonesia diproyeksikan pulih pada tahun 2021, sejalan dengan proyeksi berbagai lembaga internasional. Ketersediaan vaksin akan meningkatkan optimisme pemulihan.

Airlangga juga menyampaikan strategi kebijakan akan difokuskan pada empat faktor utama penggerak perekonomian. Yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah dan ekspor.

Baca Juga:   Platform Digital Jadi Peluang Industri Perfilman

“Pemerintah terus mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada tahun 2021 yang mencapai Rp699,4 triliun atau sekitar USD 49,6 miliar,” kata Airlangga Hartarto.




  • Bagikan