Pemilihan Dekan Fakultas Kedokteran Unila Terancam Diulang

  • Bagikan
Menristekdikti Mohamad Nasir usai meresmikan gedung kampus Itera, Rabu (16/1).
radarlampung.co.id – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D., menilai hasil pemilihan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) yang terindikasi melanggar aturan administratif dalam prosesnya, bisa saja terjadi pemilihan ulang.

“Kita akan melakukan evaluasi. Belum ada laporan. Nanti kalau ada laporan yang masuk, tim Irjen kami akan turun,” katanya usai meresmikan gedung kampus Itera, Rabu (16/1).

Diketahui, Pemilihan Dekan Fakultas  Kedokteran Unila yang berlangsung pada 28 Desember 2018 terindikasi melanggar Permenristekdikti Nomor 18 Tahun 2018. Pasal 23 ayat 3 Permenristekdikti berperihal Standar Nasional Pendidikan Kedokteran itu menyebutkan, dekan yang memimpin Fakultas Kedokteran memiliki kompetensi di bidang Kedokteran.

Aturan lain yang diduga dilanggar adalah Peraturan Konsil Nomor 10 Tahun 2012 tentang Standar Pendidikan Profesi Dokter Indonesia. Poin 8.1 di halaman 11 Perkonsil menyatakan, orang yang memimpin instutisi pendidikan kedokteran adalah dekan atau ketua program studi dengan latar belakang pendidikan dokter.

Baca Juga:   Salman Subakat, CEO Paragon yang Juga Aktif di Dunia Pendidikan

Menurut Nasir, apabila memang proses dan prosedur pemililihannya tidak memenuhi aturan maka harus diperbaiki. Pihaknya juga akan melihat duduk persoalannya seperti apa, apakah nantinya bisa digugurkan atau pemilihan ulang. “Kalau tidak memenuhi aturan harus diperbaiki. Mungkin bisa terjadi (pemilihan ulang, red), bisa tidak. Akan kita lihat dulu,” katanya.

Sementara itu, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Republik Indonesia menunggu laporan tertulis dari pihak-pihak yang merasa keberatan terkait hasil pemilihan dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Hal tersebut disampaikan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Bambang Supriyatno. Dia mengatakan pihaknya bisa memproses pelanggaran apabila ada pihak-pihak yang membuat laporan tertulis terkait hasil pemilihan dekan Kedokteran kepada pihaknya. “Diminta ada laporan kepada KKI dulu baru kami bicara untuk penegakan,” katanya.

Berdasarkan daftar rekapitulasi suara bakal calon dekan Fakultas Kedokteran Unila periode 2019-2023, Dr. Dyah Wulan SRW, SKM, M.Kes., mendapat 13 suara, Dr. dr. Asep Sukohar hanya 2 suara dan Dr. dr. Muhartono, S.Ked, M.Kes, Sp PA 1 suara. Dalam pemilihan tersebut, ada 17 orang yang memiliki hak suara, yakni senat dekanat, tapi ada satu suara yang abstain. (apr/kyd)



  • Bagikan