Pemilik Ponpes dan Para Santri Dikenal Kurang Bersosialisasi dengan Warga

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pondok pesantren yang digerebek Densus 88 Mabes Polri  di Jalan Karang Anyar, Blok 1A, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan membuat warga sekitar terkejut. Pasalnya warga tidak menyangka dengan peristiwa tersebut.

Menurut Atun (45) warga sekitar mengaku kaget dengan adanya penggerebekan di pondok pesantren yang dipimpin oleh Misgianto.

“Kami kagetlah tiba-tiba banyak polisi datang sambil bawa senjata api gitu. Bahkan, ada salah satu polisi kayaknya Densus 88. Soalnya dia pakai penutup wajah, terus dia minta handphone anak saya. Dia kira anak saya sedang ambil video padahal cuma WhatApps-an aja,” ujarnya, Jumat (22/6).

Atun mengatakan, pondok pesantren yang belum diberi nama sudah berdiri sejak lima tahun lalu. Sedangkan pendiri ponpes Misgianto dikenal tidak suka berbaur dengan warga sekitar.

Baca Juga:   Hamdalah, 2.446 Pasien Covid-19 Lamtim Sembuh

“Orangnya itu gak suka berbaur sama tetangga sini, beda dengag yang dulu. Kalau dulu dia (Misgianto) suka bantu-bantu warga sini. Tetapi sejak beberapa tahun sudah mulai berubah,” kata dia.

Masih kata Atun, dalam ponpes itu memiliki masjid sendiri yang digunakan para santrinya untuk aktivitas ibadahnya sehari-hari.

“Santri juga bukan warga sini, rata-rata orang jauh semua. Tapi kayaknya kebanyakan dari luar Lampung, kalau warga sini gak ada yang mau, soalnya beda caranya, kalau sehari-hari dia (Misgianto) punya usaha pupuk,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Doni (22) warga lainnya mengatakan, bahwa penghuni dan pemilik ponpes dikenal tidak bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Orangnya gak pernah nimbrung sama warga, santrinya juga sama. Mereka salatnya di masjid sendiri, sedangkan warga sini salat di masjid yang gak jauh dari sini,” urainya.

Baca Juga:   Dalam Dua Hari, Delapan Pasien Covid-19 di Lambar Wafat

Sebelumnya diberitakan, puluhan aparat kepolisian bersenjata bersama Densus 8 Mabes Polri menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai pondok pesantren di Jalan Karang Anyar, Blok 1A, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat, (22/6), sekitar pukul 11.00 WIB. (ndi/gus)




  • Bagikan