Pemkab Lambar Jajaki Pemasaran Pisang ke Pasar Modern

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO COSMOSMAGAZINE.COM

RADARLAMPUNG.CO.ID – Anjloknya harga jual pisang di Lampung Barat mendapat perhatian serius dari pemkab setempat dan DPRD.

Terlebih, ini juga dalam rangka menjalankan amanah UU Nomor 19/2013 yang mengisyaratkan pemerintah wajib melindungi petani dengan menstabilkan harga, termasuk menampung hasil panen.

Kepala Dinas Koperasi, UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dikoperindag) Lambar Sugeng Raharjo mengungkapkan, masalah tersebut perlu ditangani secara komprehensif. Mulai dari hulu hingga hilir.

”Karena harus dibedakan, mana yang menjadi kewenangan dari dinas teknis. Dalam masalah di hulu, tentu Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang mengatur soal pola tanam. Sementara kami soal masalah di hilir. Termasuk pemasaran dan lainnya,” kata Sugeng Raharjo.

Baca Juga:   TPG Desember 2020 untuk 1.242 Guru Cair

Sugeng mengungkapkan, harus dipahami bahwa masalah harga dipengaruhi banyak faktor. “Pertama masalah permintaan atau suplai berkurang. Baik di dalam maupun luar daerah. Seperti di Pulau Jawa dan lainnya,” urainya.

Jika permintaan berkurang, maka memengaruhi soal harga jual di tingkat petani. Fluktuasi harga sifatnya temporer, tergantung pasar secara global.



  • Bagikan