Pemkab Lampura Respon Penambahan Kuota Solar

  • Bagikan

radarlampung.co.id –  Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), berencana menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis Solah.

Hal tersebut, dikarenakan ada permohonan dari sejumlah pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berada di wilayah Lampura.


Asisten II Setdakab Lampura, Azwar Yazid mengatakan, pemerintah daerah siap mengakomodir aspirasi dari empat SPBU yang mengajukan permohonan penambahan bahan bakar kendaraan solar.

Kendati demikian, tentunya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, serta ketersediaan stock saat ini memang benar – benar  di butuhkan masyarakat.

“Kami minta kepada mereka untuk mengajukan estimasi perhitungannya, mulai dari ketersediaan, kebutuhan di lapangan,  sampai perkembangan kepemilikan kendaraan. Khususnya mengkonsumsi solar, kalau sudah fix baru akan kita ajukan, “kata mantan Sekwan Lampura tersebut.

Ia juga mengaku, telah menggelar rapat terbatas bersama pengusaha SPBU dan dinas terkait, guna menyuplai kebutuhan Solah bagi para pengendara.

Baca Juga:   Kemarau di Lampura, Pengrajin Layang-layang Kebanjiran Order

Dari informasi di rapat, kata dia, saat ini di beberapa SPBU telah ada pengurangan terhadap bahan bakar bersubsidi itu.

Sehingga terjadi kekurangan dilapangan, hal itulah menjadi petisi pengusaha disana mengajukan penambahan quota.

“Selain ada pengurangan kuota, mereka juga mengeluhkan sering terjadi keterlambatan pengiriman. Sehingga bila terus terjadi, maka dalam 3 bulan kedepan akan mengalami kelangkaan signifikan, “terangnya, Rabu (1/9).

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong terealisasinya keinginan masyarakat dan pengusaha disana. Sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan bakar bio solar (P30) dilapangan. Asal semua dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada, sekaligus didukung fakta-fakta dilapangan.

“Itu berdasarkan hasil rapat tadi, mudah-mudahan kedepan akan selesai perhitungan yang kami minta. Lalu, ditindak lanjuti dengan rekomendasi dari pemerintah daerah, “tambahnya.

Sementara, Kadis Perdagangan Lampura, Hendri menambahkan bahwasanya pihaknya siap mengakomodir aspirasi masyarakat, terkait kelangkaan solar dilapangan.

Baca Juga:   Budi Utomo Apresiasi CSR Bank Syariah Kotabumi

Pihaknya, kata dia, akan menggandeng unsur terkait dalam melakukan pengawasan dilapangan, sehingga dapat tepat sasaran penggunaannya.

“Ya, informasi ini telah kami dengar juga, coba kedepan kita giatkan pengawasan dilapangan. Siapa-siapa saja yang berhak dan tidak, termasuk kasus lainnya,” tambahnya.

Sementara dilapangan, beberapa bulan terakhir terjadi kelangkaan bahan bakar bersubsidi disejumlah spbu disana. Hingga mendapatkan keluhan dari para sopir truck dan angkutan umum, mereka berharap dapat diminimalisir. Khususnya kepada pihak terkait, dalam hal pengawasan peruntukkannya.

“Inikan barang subsidi, harusnya untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Faktanya, kami-kami yang hanya supir mobil orang ini selalu kehabisan, dari pada tak jalan membeli yang non-subsidi. Sehingga mengurangi pendapatan, bukan hal tabu kalau dispbu itu banyak permainan mulai dari pengecoran sampai kepada hal-hal lainnya meningkatkan pendapatan pengusaha, “ujar salah seorang pengendara (ozy/yud)




  • Bagikan