Pemkab Lamsel Masih Berhutang Rp25,5 M

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) ternyata masih memiliki hutang sekitar Rp25,5 miliar.

Sementara Pemkab Lamsel pada tahun 2018 mengalami Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) sebesar Rp189,6 miliar. Sedangkan tahun ini, hingga awal Oktober 2019 saja, penyerapan APBD Lamsel baru menyentuh angka 52,54 persen atau Rp1,15 Triliun dari pagu Rp2,19 Triliun.


Sisa hutang Pemkab Lamsel yang mencapai Rp25,5 miliar dari hutang kepada PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) pada 2013 sebesar Rp90 miliar dalam kurun waktu selama 5 tahun.

Kepala BPKAD Lamsel, Intji Indriati membenarkan bila Pemkab Lamsel memiliki hutang kepada PT SMI dari pinjaman tahun 2013 lalu sebesar Rp90 miliar.

“Dari hutang Rp90 miliar itu, sekarang tinggal satu tahun lagi, Tahun depan hutang kita sudah lunas. Sisanya sebesar Rp25,5 miliar,” ungkap Intji, Minggu (20/10).

Ia merinci, hutang Rp25,5 miliar tersebut terdiri dari hutang pokok pinjaman sebesar Rp24,1 miliar dan sisa bunga pinjaman sebesar Rp1,4 miliar. “Hutang ini harus dibayarkan dalam kurun waktu 25 Desember 2019 sampai 25 September 2020,” bebernya.

Seharusnya bila dihitung, hutang Pemkab Lamsel sudah selesai pada tahun 2018. Sayangnya, Intji enggan menjelaskan secara gamblang hal tersebut. Ia hanya memastikan Pemkab Lamsel dalam hal pembayaran hutang pada PT SMI dianggap selalu lancar.

“Dalam hal pembayaran kami lancar kok. Bahkan, kami ditawari hutang lagi oleh PT. SMI,” imbuhnya.

Terpisah, Plt. Kepala Dinas PUPR Lamsel Agustinus Oloan menjelaskan, Pemkab Lamsel pada tahun 2013 hutang kepada PTbSMI untuk membangun infrastruktur jalan yang ada di wilayah Kabupaten Lamsel.

“Hutang itu untuk membangun jalan Poros yang ada di beberapa titik di Kabupaten Lamsel. Jadi saat itu dana Rp90 miliar untuk membangun jalan Poros yang menghubungkan satu desa dengan desa lain,” pungkasnya. (yud/kyd)




  • Bagikan