Pemkab Pringsewu Larang ASN Mampu Pakai LPG 3Kg

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Aparatur Sipil Negara dengan kriteria tertentu, masyarakat golongan ekonomi menengah  dan pengusaha menengah di himbau untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg bersubsidi.

Kesadaran tersebut diperlukan  agar pemanfaatan LPG bersubsidi  dapat benar benar tepat sasaran. Untuk itu Pemkab Pringsewu mendukung pemanfaatan gas LPG 3 kg sesuai dengan peruntukannya.

Dengan langkah bijak penggunaan gas LPG bersubsidi selain  tepat sasaran dalam pendistribusiannya yakni golongan rumah tangga miskin pada gilirannya juga menghemat anggaran Negara.

Bupati Pringsewu H. Sujadi menaruh perhatian terhadap penggunaan LPG bersubsidi di kabupaten berjuluk begawi jejama ini agar tepat sasaran.

“Kita mendukung penggunaan LPG bersubsidi benar benar sampai pada yang berhak,” ungkap Sujadi saat mendampingi Kapolda Irjen Suntana meninjau pembangunan bendungan Way Sekampung di Bumiratu Pagelaran.

Imbauan agar warga mampu dan pengusaha menengah tak menggunakan LPG bersubsidi juga ditegaskan  wakil bupati Pringsewu  H. Fauzi.

Dia berharap ASN dengan kriteria tertentu, masyarakat dan pengusaha dapat  tergerak untuk  tidak menggunakan LPG yan seharusnya untuk RTM. Ini sejalan dengan Peraturan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian Gas LPG 3 kg.

Menurut H.Fauzi pemkab Pringsewu melalui satuan kerja tidak akan tinggal diam terhadap hal ini. Termasuk membantu mensosialisasikan aturan penggunaan LPG 3 Kg bersubsidi di tengah tengah ASN, masyarakat khususnya di kabupaten Pringsewu.

“Kami akan membantu mensosialisasikannya agar ASN,masyarakat dan pengusaha yang termasuk dalam daftar yang di larang menggunakan LPG bersubsidi agar lebih faham akan ketentuan tersebut,” jelasnya.

Pemkab Pringsewu lanjut Fauzi juga akan meneruskan aturan yang berlaku terkait LPG bersubsidi dengan turunan aturan yang tak menyalahi di tingkat kabupaten.

“Kami kembali menghimbau agar ASN dengan kriteria tertentu, masyarakat dari sisi ekonomi mampu dan pengusaha menengah tidak memakai LPG bersubsidi,”ungkap H.Fauzi.

Imbauan yang sama juga diungkapkan Ketua DPRD Pringsewu H.Ilyasa.
Di katakannya sudah jelas bahwa peruntukan LPG 3 Kg  bersubsidi untuk masyarakat yang tidak mampu.Menurit Ilyasa bila  masih ada masyarakat yang mampu atau pengusaha ikut menggunakan gas bersubsidi itu tidak benar.

“Saya berharap kesadaran masyarakat yang mampu/pengusaha tidak menggunakan gas bersubsidi, ” ajaknya.

Lanjut ketua DPRD Pringsewu itu terlebih ini menjelang hari raya idul fitri hal ini menjadi momen untuk lebih taat akan aturan penggunaan LPG bersubsidi.

“Khususnya dibulan suci Ramadan, saya berharap tim pengawas yang terkait ikut serta mengawasi.Supaya gas LPG 3 kg bersubsidi tidak disalahgunakan,” tegas Ilyasa. (sag/ynk)




  • Bagikan