Pemkot Buka Segel Sujumlah Tempat Makan, Tapi Ada Aja Nih yang Masih “Nyaman” Tersegel

  • Bagikan
Pasca penyegelan oleh Pemkot Bandarlampung, lokasi usaha bakso Sony di Jalan Wolter Monginsidi, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung masih terpasang pita penyegelan, Jumat (11/6). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung telah membuka sejumlah tempat makan, yang sebelumnya disegel tim Pengendalian, Pemeriksaan, dan Pengawasan Pajak Daerah. Hal ini setelah adanya penyelesaian pembayaran pajak dan komitmen bersedia menggunakan alat perekam transaksi (tapping box).

Inspektur Kota Bandarlampung M. Umar mengatakan, beberapa tempat usaha yang disegel telah menyelesaikan sangkutannya.

“Seperti Lapangan Tembak sudah, Bakso Ngalam sudah dibuka. Semua yang sudah menyelesaikan buka. Yang belum enam Bakso Son Haji Sony masih tutup. Padang Jaya lagi proses menyelesaikan utang dulu. Yang lain sudah semua. Begadang sudah,” ujarnya, Selasa (22/6).

Ditanya syarat tempat usaha yang disegel dapat dibuka kembali, menurut M. Umar tidaklah sulit. Pertama, siap menandatangani surat pernyataan untuk menggunakan tapping box secara maksimal. Kemudian, untuk yang memiliki tunggakan dapat segera menyelesaikan.

Baca Juga:   Bantuan Beras 6.767 Ton Disalurkan, Bandarlampung Didahulukan

“Misal tidak mampu bayar tunggakan sekaligus, boleh bertahap dengan surat pernyataan kesanggupan ke BPPRD. Pembayaran nanti masuk ke rekening Bank Lampung,” terangnya.

Ia pun mengimbau kepada pihak pengusaha yang telah melakukan pembayaran dapat komitmen taat membayar pajak dan menggunakan tapping box dengan maksimal. Lalu, untuk masyarakat yang makan di mana pun dapat menjadi kontrol sosial.

“Tanyakan kepada kasirnya apakah sudah melalui tapping, kalau tidak, minta harus melalui tapping baru mau bayar. Sehingga kontrol masyarakat lebih efektif. Karena kalau tim hanya tertentu saja,” tuturnya.

Dirinya pun juga me-warning dalam waktu dekat akan turun dan menyegel hotel yang memiliki tunggakan. “Hotel minggu ini kita rencannya kan. Untuk jumlahnya bisa ditanya ke pak Yanuwardi,” ucapnya

Baca Juga:   Bandel, Tempat Usaha Ini Disegel 7 Hari

Senada, Kepala BPPRD Bandarlampung Yanwardi mengatakan bahwa Bakso Sony masih bersikeras tetap ingin menggunakan mesin mereka, sehingga belum selesai. “Jadi yang belum selesai Sony, Padang Jaya sudah tandatangan fakta integritas,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat tim akan bergerak menyasar hotel. “Ya karena ada yang nunggak. Kalau gak ada itikat baik kita tutup semua (nunggak dan tidak optimal gunakan tapping box),” ucapnya.

Penyegelan sendiri berdampak pada penyelesaian tunggkan, setidaknya saat ini telah mencapai Rp700 juta yang masuk PAD Pemkot Bandarlampung. “Kita juga sudah usulkan ada penambahan tapping box tahun ini. Tapi apakah dipenuhi atau tidak kita belum tahu,” ujarnya. (pip/sur)




  • Bagikan