Pemkot dan YKWS Tunjuk Lima Puskesmas untuk Program WASH in HCF

  • Bagikan
Kickoff program air, sanitasi, dan kebersihan untuk fasilitas kesehatan (Puskesmas) di Kota Bandarlampung yang berlangsung Whiz Prime, padaSelasa (6/7). Foto Prima Imansyah Permana/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tingkatkan akses air bersih dan sanitasi, Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung mengembangkan program Water Sanitation and Hygiene in Health Care Facility (WASH in HCF). Program ini di-support dari Konsorsium WASH SDGs (SIMAVI & SNV). Tujuan dari program WASH in HCF yaitu untuk meningkatkan layanan dan fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan yang inklusif di fasilitas layanan kesehatan (Puskesmas) di Bandarlampung.

Lokasi kegiatan terdapat di lima Puskesmas, yaitu Puskesmas Rawat Inap Panjang-Kecamatan Panjang, Puskesmas Rawat Inap Kemiling-Kecamatan Kemiling, Puskesmas Rawat Inap Kedaton-Kecamatan Kedaton, Puskesmas Kota Karang-Kecamatan Telukbetung Timur, dan Puskesmas Pasar Ambon-Kecamatan Telukbetung Selatan.

Usai kick off program air, sanitasi, dan kebersihan untuk fasilitas kesehatan (Puskesmas) di Bandarlampung yang berlangsung Whiz Prime, pada Selasa (6/7), Plt. Asisten I Sekretariat Kota (Setkot) Bandarlampung Khaidarmansyah mengatakan, kick off ini untuk bimtek kepada para puskesmas terpilih untuk meningkatkan sanitasi, air bersih, dan kebersihan yang ada di sekitarnya. Serta sarana prasarananya.

Baca Juga:   Innalillahi, Satgas Covid Lampung Bantu Satgas Kota yang Kelelahan Makamkan Jenazah

Ini, lanjutnya, merupakan kegiatan untuk mewujudkan visi Kota Bandarlampung yang sehat. Perlu dketahui bahwa visi kota ini yang pertama, yaitu Bandarlampung sehat dan cerdas. “Untuk Badarlampung sehat kita mulai kesehatan berbasis masyarakat. Kesehatan itu adalah kita mengupayakan sarana dan prasarana masyarakat memenuhi standar terakreditasi secara aturan. Tapi kita tambah lagi dengan adanya sarana sanitasi yang diakses semua orang termasuk disabilitas di semua Puskesmas,” terangnya.

Bagaimana kondisi air sanitasi di Puskesmas secara umum sudah baik, sudah terakreditasi memenuhi standar minimal dari sebuah sarana pelayanan, tapi nilainya pelu di-up lagi. “Kita akan sosialisasikan semua puskesmas dan kecamatan sehingga  pola hidup sehat bisa terlaksana,” tuturnya.

Sementara, ditanya alasan dipilihnya lima kecamatan dan pusmesmas tersebut di atas, Direktur Eksekutif YKWS menyebutkan, pertama, karena luas wilayah, masyarakat banyak, sehingga penggunanya juga banyak.

YKWS pun mendorong puskesmas-puskesmas di Kota Bandarlampung dapat lebih inklusif sehingga dapat diakses oleh semua kelompok masyarakat.

“Di masyarakat banyak kompleksitasnya, pengguna fasilitas umum salah satunya di puskesmas mengharapkan sarana dan prasasarananya lebih ditingkatkatkan lagi, terutama dari sisi air dan kebersihannya,” ucapnya.

Baca Juga:   Mobil Vaksin Keliling Bakal Layani di Tiga Daerah Ini

“Tentunya dengan tujuan mendorong fasilitas di puskesmas lebih inklusif, agar dapat diakses lebih mudah oleh siapapun seperti anak-anak, penyandang disabilitas, ataupun orang tua,” kata dia.

Dia mencontohkan fasilitas toilet yang ada di puskesmas rata-rata sulit diakses oleh penyandang disabilitas, sebab keperuntukannya memang bagi orang normal sehingga pihaknya mendorong agar sarana dan prasarana bisa dipakai oleh semua kalangan.

“Kemudian ketersidian air paling penting, jadi program ini pun mengutamakan kualitas dan  kebersihan air di puskesmas ditingkatkan serta mengakomodir semua golongan,” kata dia.

Ia pun mengatakan bahwa program “Air Sanitasi, dan Kebersihan untuk Fasilitas Kesehatan” di lima lokasi ini akan melibatkkan seluruh lapisan masyarakat. Baik itu tokoh agama, akdemisi, kader puskesmas, perempuan, dan jurnalis.

“Harapannya dengan peran mereka nanti bisa mentriger masyarakat di sekitarnya untuk sadar prilaku hidup bersih dan sehat,” katanya. (pip/sur)




  • Bagikan