Metro  

Pemkot Metro Imbau Masyarakat Tak Belanja Berlebihan


Ribuan pengunjung memadati pusat perbelanjaan Simpur Center, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Minggu (24/4). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Ribuan pengunjung memadati pusat perbelanjaan Simpur Center, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Minggu (24/4). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID –¬†Pemerintah Kota (Pemkot) Metro mengimbau warganya untuk tidak panic buying atau belanja berlebihan atau dalam jumlah besar. Hal ini menyusul beberapa harga komoditas menjulang menjelang hari Raya Idul Fitri.

Assisten II Pemkot Metro Yeri Ehwan menuturkan, pihaknya mengimbau masyarakat khususnya Kota Metro untuk tidak berbelanja berlebihan. Sebab, stok selalu tersedia.





“Belanjanya yang wajar-wajar saja, karena barangnya di pasar ada. Sehingga dengan permintaan yang cukup untuk konsumsi sehari-hari, dapat mengantisipasi gejolak harga juga,” ujarnya, Selasa (26/4).

Dikatakan Yerri, menjelang hari raya Idul Fitri akan terjadi tren kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, termasuk daging sapi.

Namun, naiknya harga daging sapi dikarenakan dampak psikologis di daerah luar Metro. Yaitu imbas dari naiknya harga daging di luar daerah berdampak sampai ke Metro. Sehingga sejumlah peternak di Metro pun turut menaikkan harga dan harga di pasaran pun terus melambung.

Baca Juga:   Eka Irianta Resmi Jadi Tersangka Kasus Sarpras Persampahan DLH Metro

“Di daerah lain yang memang bukan central ternak sapi misalnya, itu kan ketergantungan dengan daging sapi dari luar. Jadi ada pengaruh harga dari luar, sehingga mengangkat harga yang ada di masyarakat,” tukasnya.

Menurutnya, dari segi permintaan sendiri, di Metro cukup stabil. Meski harganya naik, stok akan tetap terjaga.

“Tapi memang ada kenaikan harga di atas Rp130 ribu per kilogram di Metro, itu memang lantaran permintaan yang meningkat menjelang lebaran. Penyebabnya itu karena sebagian besar peternak menjual sapinya itu ke luar juga,” pungkasnya. (rur/sur)