Pemkot Tambah Kapasitas Tempat Tidur dan Pastikan Ketersediaan Oksigen Aman

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amrullah. Foto Prima IP/Radarlampung.co.id 

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung meminta rumah sakit negeri dan swasta rujukan Covid-19 yang ada di Kota Tapis Berseri untuk menambah kapasitas tempat tidur 20-30 persen dari yang ada.

Imbauan itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandarlampung Deddy Amrullah usai rapat bersama rumah sakit se-Bandarampung. “Tadi kami sudah rapat bekersama rumah sakit se-Kota. Kami menindaklanjuti instuksi menteri dan gubernur kaitannya dengan kota Bandarlampung masuk zona merah,” ujarnya, Kamis (8/7).

Dengan ini, kata Deddy, rumah sakit diminta menambah kapasitas tempat tidurnya minimal 30 persen untuk negeri dan 20 persen swasta. Begitu juga, untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, Pemkot menambah kapasitas ruangan di rumah sakit Unila yang dijadikan rumah sakit darurat Covid-19.

“Kota punya kebijakan kita akan menambah ruang di rumah sakit darurat Unila. Jadi nanti lantai dua akan ditambah 20-30 ruangan. Ini lagi dipersiapakan, tempat tidur sudah siap, SDM kita ambil dari Puskesmas. Jadi tinggal fasilitas pendukung saja. Lagi kita kebut persiapannya. Kapasitasnya nanti 50-60,” ungkapnya.

Baca Juga:   Total, 4.678 Pelamar Bersaing dalam CASN Pemkot Bandarlampung

Dari pertemuan itu, Mantan Asisten I Setkot Bandarlampung itu mengungkapkan bahwa beberapa rumah sakit telah melakukan penambahan kapasitas. Juga telah mengambil kebijakan penundaan oprasi ringan yang membutuhkan oksigen, untuk mengantisipasi kekurangan oksigen.

“Mereka keluhkan oksigen sangat diperlukan. Takut kekurangan oksigen, jadi oprasi yang tidak mendesak ditunda. Alhamdulilah pasokan oksigen di rumah sakit cukup. Tadi ada empat rekanan, salah satunya Asiana dan Samator telah menjamin ketersediaan oksigen. Kapan pun butuh siap menyediakan,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung Edwin Rusli mengatakan, akumulasi keterisian 13 rumah sakit rujukan Covid-19 saat ini mencapai 80 persen.

“Keterisian setiap rumah sakit berbeda-beda, tapi jika diakumulasikan seluruhnya sudah lebih 80 persen. Maka dari itu kita meminta semua rumah sakit untuk menambah kapasitas tempat tidurnya,” ujarnya.

Baca Juga:   Bandarlampung Pertahankan Penghargaan KLA Kategori Madya

Untuk RSUD Tjomrodipo dan RS Unila saat ini memiliki total 42 tempat tidur, belum termasuk penambahan 30 persen seperti yang diinstruksikan. “Kita diminta penambahan kapasitas. Nanti nakesnya kalau kurang dan sudah siap kita ambil dari Puskesmas,” ucapnya.

Begitu juga terkait ketersediaan oksigen di rumah sakit, Edwin mengatakan masih cukup. Mengenai kecukupannya dapat digunakan sampai kapan, ia beralasan bahwa penilaian ketersediaan oksigen dinilai setiap hari. (pip/sur)




  • Bagikan