Pemprov Lampung Anggarkan Bantuan Anak Korban Pandemi Covid-19 di APBD 2022

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Anak yang menjadi korban pandemi Covid-19 di Lampung turut jadi perhatian Pemprov Lampung. Pada tahun anggaran 2022 mendatang, Pemprov berencana melakukan penganggaran khusus untuk membantu memenuhi hak anak.

Hal ini disampaikan Kadis Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi yang ditemui usai melakukan rapat bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra di Kantor Gubernur Lampung, Kamis (21/10). Aswarodi mengatakan hingga Kamis (21/10) ada 1.339 anak korban orang tua meninggal karena covid-19 di Lampung. Dari jumlah itu, 34 anak menjadi yatim piatu.


“Kita sedang memformulasikan, bantuan untuk anak-anak tersebut. Karena untuk tupoksi kami di Dinsos, seperti yang sudah disampaikan adalah memberikan layanan didalam panti kita punya panti Budi Asih dan Harapan Bangsa tetapi kita juga akan memberikan interfensi ke LKS yang memberikan layanan ke anak yatim-piatu diluar panti,” beber Aswarodi.

Baca Juga:   Luapan Way Rua Sebabkan Macet Panjang dan Kendaraan Mogok di Depan LPL

Dia mengatakan lebih lanjut, Provinsi Lampung berupaya membantu dalam menyukupkan kebutuhan dasar anak. Mulai sandang, dan pangan terutama terkait sekolah. Namun, saat ini rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung 2022 sudah diserahkan ke DPRD Provinsi Lampung.

“Karena sudah diserahkan (RAPBD 2022), dan posisinya karena KUAPPAS kita sudah di bahas ini nanti akan kita coba usulkan ke DPRD Lampung. Dengan harapan hak anak dapat terinventarisasi,” tambahnya.

Saat ini anak-anak korban meninggal nya orang tua karena Covid-19 telah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp200 ribu per anak untuk yang sekolah dan Rp300 ribu untuk anak yang tidak sekolah dan diperkirakan akan diberikan sampai 2022 mendatang. Dengan total usulan diperkirakan 1500 anak.

Baca Juga:   Penjelasan Sekum Pengprov Tarung Derajat Usai Dimintai Keterangan di Kejati Lampung

“Dari pemerintah Provinsi di usulkan Rp1,5 juta per anak jadi dari total prediksi di 2022 karena kan datanya terus bergerak kita antisipasi 1500 kalau asumsi kita 1500 maka kita butuh Rp2,2 miliar. Bantuan yang diterima satu anak berupa kebutuhan sekolah senilai Rp500 ribu terdiri dari pakaian seragam, untuk pangan Rp250 ribu perbulan dan batuan untuk alat mandi Rp250 ribu per bulan. Rencananya kita berikan dalam bentuk barang. Itu konsepnya kita akan berjuang di pembahasan DPRD apa bisa masuk ke APBD 2022,” lanjutnya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan