Pemprov Lampung Bersiap Sambut New Normal

  • Bagikan
ilustrasi dok eurowildlife.org

radarlampung.co.id-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung mengaku tengah mempersiapkan memenuhi berbagai indikator pelaksanaan New Normal berdasarkan regulasi Mendagri dan standar WHO (World Health Organization).

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung  Reihana melalui keterangan persnya Senin (1/6). “Persiapan Lampung masuk tatanan New Normal. Berdasarkan regulasi Keputusan Mendagri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman dari Covid-19 bagi ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah dan berdasarkan kriteria WHO. Kami sedang mempersiapkan kesiapan wilayah new normal untuk WHO dan Kemendagri,” beber Reihana Senin (1/6).


Dia melanjutkan, ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Untuk standar Kemendagri, pertama indikator terkait epidemiologi, kemampuan daerah penanganan infeksi Covid-19, dan penelusuran kontak Masyarakat pada orang dalam pemantauan (ODP), Pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang yang dimakamkan dengan protokol kesehatan. Hal ini terkait pelayanan kesehatan.

Baca Juga:   KUA PPAS APBD 2022 Sudah Diserahkan Pemprov Tapi Belum Dibahas, Ini Kata Ketua DPRD Lampung

“Kemudian, WHO juga mengeluarkan standarnya terkait penyesuaian kemasyarakatan dan ekonomi. Pertama terkait epidemiologi, situasi kesehatan dan sistem surveilans. Namun, Kabupaten/kota harus tetap melakukan rapid tes massal agar bisa memantau kasus Covid-19,” tambahnya.

Massal yang dimaksud, lanjut Reihana, sesuai kemampuan masing-masing daerah dan bagaiaman keadaan daerah sehingga data yang didapat bisa menjawab indikator sesuai kriteria yang diatas dan dapat melakukan penilaian terhadap pelaksanaan new normal.

Pada bagian lainnya, penambahan kasus positif per Senin (1/6) bertambah dua kasus. Kini total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Lampung berjumlah 135 orang, yang  masih dirawat 50 orang, meninggal 11 orang, sembuh 74 orang.

“Ada penambahan dua orang pasien nomor 134, seorang perempuan 28 tahun asal Bandarlampung, pasien 135 seorang perempuan 52 tahun asal Bandarlampung. Namun juga ada penambahan pasien sembuh berjumlah tiga orang. Pertama pasien nomor 91 berusia 27 tahun perempuan asal Lamsel, pasien nomor 104 perempuan 33 tahun Bandarlampung, 110 umur 58 tahun asal Pesawaran,” tambahnya.

Baca Juga:   Ketua PMI Lampung Apresiasi Banyaknya Pendonor Darah Milenial di Tubaba

Sementara total ODP sampai saat ini berjumlah 3179 orang, yang sudah selesai dipantau 14 hari 3130, dan yang masih dipantau 42 orang dan ODP yang meninggal 7 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 111  orang, yang masih di rawat 17 orang, negatif 73 orang, dan yang meninggal dalam status PDP 21 orang. (rma/wdi)




  • Bagikan