Pemprov Lampung Target PKB Tahun Depan Tembus Rp1 T

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID- Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Murni tahun Anggaran (TA) 2021 tengah diajukan dan dievaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam struktur anggarannya, Pendapatan Daerah dipatok sebesar Rp7,593 triliun. Terdiri dari Pendapatam Asli Daerah (PAD) Rp3,337 triliun, Pendapatan Transfer Rp4,242 trilun, serta lain-lain pendapatan yang sah Rp13,9 miliar.

Dari data tersebut, dari total PAD, target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bertambah Rp264, 9 miliar jika dibandinhkan APBD murni TA 2020. Dimana, total proyeksi target PAD dari sektor PKB tahun ini sebesar Rp1,064 triliun. Sementara di APBD TA 2020 sebesar Rp800 miliar. “Iya ada penambahan target pendapatan lantaran disesuaikan dengan proyekso kondisi di tahun 2021,” ucap Sekretaris Bapenda Provinsi Lampung, A.Rozali, Jumat (4/12).


Rozali melanjutkan, salahsatu potensi pendapatanya bersumber dari potensi yang bekum tertagihbdi tahun anggaran sebelumnya. Kemudian pemutihan PKB. Di mana, saat ini, pihaknya masih melakukan berbagai studi dan berkoordinasi dengam berbagai pihak. Diantaranya Ditlantas Polda Lampung dan Jasa Raharja. “Studi dan dalam waktu dekat segera akan dilakukan pembahasan kembali dengam pihak terkait itu,” katanya.

Baca Juga:   CTC dan Terra Komunika Akan Gelar Pelatihan Singkat Media Juara

Sementara, Ketua Komisi III DPRD Lampung, Ikhwan Fadhil Ibrahim menekankan, penambahan target ini sebenarnya masih belum sesuai dengan rasionalisasi pendapatam daerah. Sebab ada target-target jangka panjang yang harus diambil oleh eksekutif. “Kita sih inginnya naik setinggi-tingginya. Agar PAD bisa lebih kuat lagi dibandingkan dana perimbangan atau dana transfer dari pemerintah pusat,” kata dia.

Karenanya, dia berharap kepada Bapenda agar bisa melakukan realisasi target menyentuh angka 90 persen di akhir tahun. Sebab, angka ini yang umumnya didapati di setiap tahun anggaran. “Kalau harapannya bisa 100 persen. Agar di tahun-tahun berikutnya bisa menambah targetnya, sesuai dengan kondisi ekonomi di daerah,” imbuhnya. (abd/wdi)




  • Bagikan