Pemprov Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Pokok Hingga Mei Mendatang


RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemprov Lampung siap memenuhi sejumlah kebutuhan pokok yang stoknya masih dibawah kebutuhan Pemprov Lampung hingga Mei mendatang.

Melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Kusnardi membeberkan sejumlah bahan pokok di Lampung yang masuk kategori surplus atau minus.





“Untuk ketersediaan beras selama tiga bulan 774.775 ton, kebutuhan hingga Mei 214.537 ton. Masih ada surplus 560.237 ton. Bawang merah ketersediaan dari bulan Maret sampai dengan Mei sebanyak 329 ton sama tara total kebutuhan 7.654 ton sehingga masih memerlukan 7.325 ton. Begitu juga dengan bawang putih stoknya hanya 2 ton sementara kebutuhannya sebanyak 5.714 ton sehingga masih harus mencukupi 5.712 ton,” beber Kusnardi.

Untuk cabe besar masih ada surplus dari total ketersediaan sebanyak 11.861 ton sementara kebutuhannya 4.653 ton sehingga masih ada surplus 7.208 ton. Sementara untuk cabai rawit dari Maret hingga Mei ketersediaan mencapai 4.765 ton sementara kebutuhannya 8.000 ton sehingga masih memerlukan 3.235 ton.

Untuk daging sapi untuk ketersediaannya sebanyak 6.354 Ton di total kebutuhan hingga Mei sebanyak 5.536 ton masih ada surplus 818 ton. Untuk daging ayam ras Pemprov Lampung dan 15 kabupaten kota memiliki stok 24.370 ton untuk tolak kebutuhannya hingga Mei mencapai 15.533 ton masih ada surplus 8.837 ton.

Untuk telur ayam ras Pemprov Lampung memiliki ketersediaan sebanyak 37.428 ton sementara untuk total kebutuhannya 24.618 ton artinya masih ada surplus 12.810 ton.

Kemudian untuk komoditi gula pasir di bulan maret ini ada stok ketersediaan sebanyak 220.372 ton sementara untuk kebutuhan hingga bulan Mei mendatang adalah 16.715 ton sehingga masih ada surplus 203.657 ton.

Kemudian minyak goreng hingga Maret ini ada stok 11.619.435 liter dimana kebutuhan pada Maret ini mencapai 10.262.424 liter untuk surplusnya sebanyak 1.357.011 liter.

Kedelai Lampung Lampung memiliki ketersediaan 84 ton sementara kebutuhannya 118 ton sehingga masih butuh 34 ton lagi untuk memenuhi hingga Mei mendatang.

Dari jumlah tersebut Kusnardi mengatakan Pemprov Lampung memang surplus 560.237 ton karena pada bulan Maret hingga Maret masuk dalam masa tanam 1 atau panen raya sementara pada bulan Juli hingga Oktober masuk masa tanam dua atau panen gadu.

“Untuk kekurangan stok bawang merah dan putih, Pemprov Lampung akan mengadakan Gelar Pangan Murah Komoditas pangan strategis dengan melibatkan peran pelaku usaha/instansi terkait. Serta melakukan koordinasi lintas sektor dengan para distributor untuk ketersediaan stok pangan strategis,” lanjutnya.

Selanjutnya untuk cabe rawit saat ini berada di harga Rp37.000 hingga Rp45.000 per kg yang juga masih kekurangan stok, Pemprov Lampung akan mengutamakan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan memasak dari sentra produksi di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sementara untuk cabai merah masih surplus sebanyak 7.208 ton. Saat ini harga cabai merah per kilogramnya mencapai Rp35.000 hingga Rp40.000.

“Untuk daging sapi saat ini kisaran harganya berada di Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogramnya maka untuk upaya pengendalian ketersediaan dan harga bemper Lampung melalui Dinas Peternakan dan kesehatan hewan provinsi Lampung akan rutin memantau stok sapi potong dan monitoring harga setiap hari di kabupaten kota,” lanjutnya.

Pemprov Lampung juga akan mengoptimalisasi fungsi Rumah potong hewan di kabupaten kota untuk memangkas jalur distribusi. Akan dilakukan peningkatan pengawasan pasar daging beku serta peningkatan penyediaan bakalan sapi potong dari kelompok ternak,” tambahnya.

Sementara untuk minyak goreng yang saat ini berada di harga rp23.000 hingga rp25.000 per liternya, Pemprov Lampung akan melakukan pemantauan atas ketersediaan di gerai ritel modern dan gudang produsen atau distributor di Provinsi Lampung.

“Saya juga melakukan rapat koordinasi dengan produsen atau distributor terkait pasokan dan distribusi ke ritel di pasar tradisional dan modern serta melakukan pasar murah tingkat provinsi dan kabupaten kota sebanyak 76 titik,” pungkasnya. (rma/yud)