Pemudik Ini Mengaku Hartanya Dikuras, Pulang Tak Pakai Alas Kaki

  • Bagikan
Asma, korban penodongan saat di posko bersama polisi dan anggota TNI. Foto Syaiful Mahrum/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id-Asma Yudi (26), seorang pemudik asal Desa Sumberbaru, Kecamatan Banjit, Waykanan, mengaku jadi korban penodongan di Tugumulyo, Kayuagung, Sumatera Selatan. Ayah satu anak ini mudik dari Bangkabelitung dengan menumpang bus.

“Minta tolong, Pak. Saya mau pulang ke Waykanan. Saya abis ditodong tiga orang di rumah makan Tugumulyo, Rabu (29/5) sekitar pukul 03.00 WIB,” katanya di posko mudik Lampung Tengah.

Asma Yudi menuturkan, HP dan uang Rp800 ribu diambil penodong. “Awalnya pinjam HP, saya kasih. Setelah itu minta uang. Uang dalam dompet diambil Rp800 ribu. Saya nunggu siang tidur-tiduran di rumah makan. Saya bisa sampai Lamteng ini nebeng-nebeng,” ujarnya.

Baca Juga:   Soal UKT, Unila Akui Ada Kesalahpahaman Informasi

Di Bangkabelitung, kata Asma Yudi, kerja sebagai kuli bangunan. “Kerja bangunan. Baru tiga bulan di Bangkabelitung. Saya pergi bersama teman. Tapi, teman saya tidak pulang,” ungkapnya.

Merasa iba, salah seorang anggota TNI Kodim 0411/LT memberikan sandal kepada Asma. Asma sendiri tak pakai alas kaki lantaran sandalnya putus. Anggota polisi juga turut memberi uang untuk ongkos Asma pulang ke Waykanan. (sya/wdi)




  • Bagikan