Lamsel  

Pemudik Pejalan Kaki dan Motor Minim, Mobil Marak


Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni : Pemudik turun dari kapal saat tiba di dermaga eksekutif di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (29/4). Menjelang H-3 Hari Raya Idul Fitri 1443 H, arus mudik mulai meningkat dari pejalan kaki hingga menggunakan kendaraan pribadi. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Arus Mudik di Pelabuhan Bakauheni : Pemudik turun dari kapal saat tiba di dermaga eksekutif di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (29/4). Menjelang H-3 Hari Raya Idul Fitri 1443 H, arus mudik mulai meningkat dari pejalan kaki hingga menggunakan kendaraan pribadi. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Tren penumpang yang melaksanakan mudik tahun 2022 ini mengalami perubahan.

Biasanya, banyak pemudik pejalan kali dan sepeda motor yang menyeberang ke pulau Sumatera. Tahun ini, pemudik banyak yang menggunakan mobil. Baik Kendaraan pribadi Roda empat maupun Bus.





Humas ASDP Bakauheni Lamsel, Saifulahil Mahlul Harahap mengatakan, jumlah pemudik menggunakan kendaraan sepeda motor pada lebaran 2022 mengalami penurunan yang sangat signifikan.

Saat ini, jumlah pemudik secara keseluruhan mengalami peningkatan, namun mayoritas para pemudik lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi roda empat dan angkutan umum.

“Berdasarkan laporan, jumlah yang naik sepeda motor berkurang drastis. Walaupun mereka yang mudik mengalami kenaikan tetapi yang menggunakan sepeda motor berkurang sangat drastis. Sebagian besar menggunakan roda empat dan kendaraan umum,” ungkap Saiful, Jumat (29/4).

Baca Juga:   NJOP di Lamsel Naik, BPPRD : Bukan Naik, Tapi Menyesuaikan

Menurutnya, penurunan jumlah pemudik menggunakan sepeda motor itu dapat meringankan tugas petugas keamanan dalam mengatur lalu lintas dan pengamanan pemotor.

“Perbandingan jumlah pemudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya hingga saat ini yakni 6 berbanding 4. Perbandingan itu, menandakan terjadinya perubahan perilaku mudik jika dibanding momentum mudik tahun 2019 lalu sebelum adanya pandemi Covid-19 yang didominasi pemudik dari Pulau Jawa,” katanya.

Dia mengungkapkan, perubahan perilaku itu terjadi lantaran fasilitas-fasilitas yang ada di Pulau Sumatera sudah sangat bagus khususnya terdapat Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

“Ini karena fasilitas yang ada di pulau Sumatera sudah sangat bagus terutama JTTS. Itu kelihatannya banyak dimanfaatkan oleh para pemudik dari Sumatera pulang kampung ke Jawa. Jadi perbandingannya 6 banding 4,” ujarnya.

Baca Juga:   NJOP di Lamsel Naik, BPPRD : Bukan Naik, Tapi Menyesuaikan

Berdasarkan data dari ASDP Bakauheni Lamsel, Pada Kamis (29/4), kapal yang beroperasi dari pelabuhan Merak menuju Bakauheni mengalami peningkatan pada hari sebelumnya. Yakni ada 42 Kapal.

Untuk penumpang yang menyeberang dari pelabuhan Merak menuju Bakauheni. Jumlah penumpangnya sebanyak 69.162 orang. Terdiri dari pejalan kaki 6.684 orang dan penumpang yang ada di dalam kendaraan sebanyak 62.478 orang.

Jumlah kendaraan yang menyeberang dari pelabuhan Merak menuju Bakauheni selama 12 jam pada Hari ini (29/4) sebanyak 14.707 unit. Terdiri dari kendaraan roda dua 4.254 unit, roda empat (9.743), Bus (240) dan Truk (469).

“Perhitungan ini selama 12 jam dari pukul 08.00WIB sampai 20.00WIB,” ujarnya. (yud)

Baca Juga:   NJOP di Lamsel Naik, BPPRD : Bukan Naik, Tapi Menyesuaikan