Penangkapan Diduga Dukun Aborsi Didasari Adanya Laporan Warga

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Terkait penangkapan  Mbah SK yang diduga membuka tempat praktek aborsi, yang berkedok praktek pijat anak dibenarkan oleh Sunar Ketua RT 09, Jalan Sejahtera 4, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung.

“Ya benar ada penangkapan dari Polresta Bandarlampung terhadap warga saya. Kalau proses selanjutnya saya belum tahu. Tapi, waktu Polisi olah TKP minta izin ke saya dan saya sempat melihatnya, terus belum tahu lagi kelanjutannya,” ujarnya kepada radarlampung.co. id, saat dihubungi via telepon, Minggu, (6/5).


Menurutnya, penangkapan terhadap Mbah SK yang dilakukan pihak kepolisian berdasarkan laporan dari warga. “Memang dari Polresta datang untuk menindak lanjuti laporan dari warga, cuma berita lanjutannya saya belum mendapatkan informasi lagi,” katanya.

Baca Juga:   Aksi di Disdikbud, FPPKL Minta Pungutan di Taman Budaya Dihapuskan

Masih kata dia, dirinya dan warga sekitar hanya mengetahui keseharian yang bersangkutan berprofesi sebagai tukang pijat bayi.

“Cuma saya gak tahu kalau Mbah ini dilaporkan warga terkait adanya aborsi, itu pun yang laporan bukan warga sini, saya sendiri dan warga sini gak tahu, karena orang yang datang itu kebanyakan dari luar lingkungan sini,” paparnya.

Sedangkan untuk warga setempat, lanjut dia, datang kerumah Mbah hanya memijat. “Justru saya baru tahu adanya laporan ini dari warga luar, artinya saya dilangkahin sebagai pamong. Yang saya tahu dia sudah lama membuka dukun pijat anak,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Petugas Satuan Reserse Polresta Bandarlampung menangkap wanita tua atau biasa disapa Mbah yang diduga melakukan praktek aborsi. Mbah ciduk di kediamannya, Jalan Sejahtera 4, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Kemiling Bandarlampung, pada Jumat malam, (4/5) kemarin.

Baca Juga:   Kasus Dana Hibah Koni, Ini Penyebab Ketua Persani Lampung Tak Hadiri Pemeriksaan Kejati Lampung

Menurut salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan telah terjadi penangkapan terhadap Mbah di kediamannya. (ndi/ang)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan