Penangkapan Teroris di Lampung Terkait Rencana Serangan pada HUT RI ke-76

  • Bagikan
ILUSTRASI/FOTO DOKUMEN RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID-Densus 88 Antiteror Mabes Polri meringkus 7 terduga teroris, di wilayah Kota Bandarlampung dan Lampung Tengah.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Argo Yuwono menjelaskan, pihak Densus 88 Antiteror Mabes Polri beberapa pekan terakhir melakukan penindakan di beberapa wilayah di Indonesia. Tak terkecuali Lampung. “Penindakan itu dilakukan sejak tanggal 12 Agustus 2021 hingga 17 Agustus 2021. Total ada 53 orang terduga teroris di 11 Provinsi Indonesia,” katanya, Jumat (20/8).


Menurut Argo, 53 orang teroris yang diamankan itu berbeda-beda kelompoknya. Yang terbagi diantaranya JI 50 orang. Diamankan di 10 provinsi. Lalu satu terduga lainnya dari JAD. Dan pendukung ISIS ada 3 orang diamankan di Kalimantan Timur.

Baca Juga:   Kasus Korupsi Mantan Bendahara BPBD Bandarlampung, Kejaksaan Tunggu Kelengkapan Berkas Penyidik

“Untuk 11 wilayah yang dilakukan penangkapan itu ada di Sumatera Utara (Sumut) delapan orang, Jambi tiga orang, Kalimantan Barat satu orang, Kalimantan Timur tiga orang, Sulawesi Selatan tiga orang, Maluku satu orang, Banten enam orang, Jawa Barat empat orang, Jawa Tengah 11 orang, Jawa Timur enam orang. Dan terakhir Lampung ada tujuh orang,” kata dia.

Menurut Argo lagi, penindakan 53 orang terduga teroris itu dilakukan selama satu pekan ini. “Dari penyelidikan lebih lanjut bahwa para terduga teroris itu akan melancarkan aksinya ketika perayaan HUT RI ke-76. Karena dari keterangan kelompok JI ini mereka akan melancarkan serangan pada 17 Agustus 2021

Baca Juga:   Polda Kirim Sempel Limbah Hitam ke Jakarta

Selain itu, Argo mengungkapkan, sumber pendanaan kelompok Jamaah Islamiyah berasal dari iuran-iuran wajib para anggotanya, dan juga yayasan yang dibentuk oleh jaringan terorisme tersebut.

Dalam penangkapan tersebut, Argo menyatakan bahwa, penyidik Densus 88 juga mengamankan kotak amal dan celengan yang dimanfaatkan oleh kelompok Jamaah Islamiyah dalam mencari dana.

“Lalu kemudian barang bukti yang kami amankan ada kotak amalnya, kemudian ada kotak infaq ini ada. Kemudian, ada beberapa kaleng-kaleng tempat untuk menyimpan uang itu yang untuk infaq yang tidak bisa kami bawa karena banyak sekali. Ada foto yang kami sita, kami gunakan sebagai alat bukti,” ungkapnya. (ang/wdi)




  • Bagikan