Pencurian Sapi di Lamteng Mulai Marak Lagi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Seekor sapi betina milik pasangan Riyadi (70) dan Muningah (65), warga Kampung Gayausakti, Kecamatan Seputihagung, Lampung Tengah, digasak pencuri, Rabu (21/3) dini hari. Kakek-nenek ini pun hanya mampu menangis dan merelakan sapi betina satu-satunya yang sudah berusia enam tahun.

Riyadi menuturkan, sapi miliknya hilang sekitar pukul 03.00 WIB. “Hilangnya sekitar pukul 03.00 WIB. Ketahuannya pukul 06.00 WIB ketika mau memberi pakan sapi. Kalau dijual, sapi 6 tahun itu bisa laku Rp12 juta,” katanya.

Pada pukul 02.00 WIB, kata Riyadi, dirinya masih keliling kandang dan memberi makan sapi. “Masih kasih pakan sapi saya pukul 02.00 WIB. Ketika kejadian, tidak biasanya ngantuk. Biasanya, saya selalu terjaga hingga subuh,” ujarnya.

Baca Juga:   Polisi Tetapkan 3 Tersangka Penganiayaan Perawat

Mendengar informasi sapi hilang, kata Riyadi, warga berdatangan dan langsung mengejar hingga ke kampung tetangga. “Sempat dicari warga hingga kampung sebelah, tapi hasilnya nihil,” ucapnya.

Mulai maraknya pencurian sapi di Kampung Gayausakti, kata Riyadi, dikarenakan tidak ada lagi aktivitas ronda yang dilakukan warga. “Sudah nggak ada yang ronda. Makanya mulai marak lagi pencurian sapi. Dalam sebulan ini saja, sudah dua ekor sapi hilang. Pencurinya pun nggak ketangkap. Linmas saja nggak ada yang keliling kampung lagi,” ungkapnya. (sya/ang)




  • Bagikan