Pendapatan Daerah Bandarlampung Turun 50 Persen

  • Bagikan
Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj.) Wali Kota Bandarlampung tahun 2020 di gedung Semergou, Jumat (5/1). FOTO HUMAS PEMKOT BANDARLAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pandemi virus Corona menyebabkan perubahan berbagai program pembangunan di Bandarlampung. Kondisi tersebut berdampak dengan berkurangnya pendapatan daerah.

Wali Kota Herman HN mengungkapkan, pendapatan daerah tahun 2020 yang diproyeksikan Rp3.045.487.279.415, terealisasi Rp2.138.699.072.602,73 atau mencapai 70,23 persen.


Kemudian belanja daerah yang dianggarkan sebesar Rp3.151.759.065.389,08, direalisasikan Rp2.127.384.514.651,98 atau 67,50 persen.

“Sedangkan pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp164.271.785.974,08 dan direalisasikanRp14.271.785.974 atau 8,69 persen,” kata Herman HN saat paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj.) tahun 2020 di gedung Semergou, Jumat (5/1).

Herman HN mengatakan, pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah terdampak pandemi virus Corona sejak twiulan dua APBD berjalan. Dampak perubahan berbagai program berlanjut hingga tahun ini.

Baca Juga:   RAPBD Perubahan Lambar 2021 Disetujui, Pendapatan Naik Rp935 Juta

Dampak pandemi, hampir 50 persen pendapatan tidak masuk. Herman berharap, ke depan kondisi ini semakin baik.

“Pandemi telah mengubah secara drastis perjalanan pelaksanaan berbagai program pembangunan. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir dan kita kembali memotivasi prestasi kerja,” tegas Herman.

Sementara Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi mengatakan, pihaknya menjadwalkan paripurna dengan agenda pandangan umum terhadap LKPj., Senin (15/2).

Kegiatan tersebut berlangsung di gedung Semergou Pemkot Bandarlampung, sebab gedung DPRD masih direnovasi. (mel/ais)




  • Bagikan