Pendapatan Menurun, Picu Meningkatnya Jual-Beli Rokok Ilegal

  • Bagikan
Pemusnahan rokok ilegal : Petugas saat memusnahkan barang bukti rokok ilegal di Halaman Container Freight Station (CFH) Pelabuhan Panjang, Jalan Yos Sudarso, Panjang, Bandarlampung, Rabu (24/11). Direktorat Jendral Bea dan Cukai Sumatera bagian Barat memusnahkan 12.314.024 batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi cukai dengan total nilai Rp 12,5 miliar. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id
Petugas saat memusnahkan barang bukti rokok ilegal di Halaman Container Freight Station (CFH) Pelabuhan Panjang, Jalan Yos Sudarso, Panjang, Bandarlampung, Rabu (24/11). Direktorat Jendral Bea dan Cukai Sumatera bagian Barat memusnahkan 12.314.024 batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi cukai dengan total nilai Rp 12,5 miliar. Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Sumatera Bagian Barat memusnahkan sebanyak 12,3 juta batang rokok hasil barang bukti tindak pidana khusus cukai dan barang milik negara, Rabu (24/11).

Ada pun total nilai barang yang dimusnahkan di halaman Container Freight Station (CFS) Pelabuhan Panjang yakni sebesar Rp15,5 miliar.


Kabid Penindakan dan Penyidikan DJBC Sumatera Bagian Barat, Kunto Prasti Trenggono mengatakan, tingginya jual – beli rokok ilegal di kalangan masyarakat dipicu menurunnya tingkat pendapatan selama pandemi COVID-19.

Hal itu membuat masyarakat akhirnya mencari barang konsumsi alternatif dengan harga yang jauh lebih murah.

“Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, konsumsi rokok ilegal jauh lebih bahaya daripada rokok premium,” jelasnya.

Baca Juga:   KPK Periksa Anggota DPRD Lampura

Dia menjelaskan, meski sama-sama memiliki tingkat resiko terhadap kesehatan namun rokok legal yang berpita cukai sudah teruji kandungannya secara laboratorium klinis.

“Sedangkan rokok ilegal tidak terkontrol, sehingga banyak kerugian yang ditimbulkan karena mengonsumsi rokok ilegal,” katanya.

Di samping itu, mengonsumsi rokok ilegal juga dapat memberikan dampak terhadap pemasukan negara. “Karena pajak dan cukai itu merupakan tumpuan utama pemasukan khas negara kita,” tambahnya.

Lebih jauh dia mengatakan, Bea Cukai selalu berkomitmen untuk semakin berintegritas dalam melaksanakan tugas ke arah yang lebih baik. Hal itu sesuai dengan slogan ‘Bea Cukai Makin Baik’.

Kedepannya, sambung dia, pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan pengawasan, penyuluhan, serta bersinergi dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah setempat.

Baca Juga:   Modus Pinjam Motor, Pelaku Duplikat Kunci Kendaraan Korban

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar dapat bersama-sama memerangi peredaran rokok, minuman keras dan vape ilegal.

“Tentunya kami juga mengharapkan adanya peran serta masyarakat dalam membantu meringankan tugas Bea dan Cukai,” tandasnya. (Ega/yud)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan